WARTALENTERA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Ara, mendorong lahirnya generasi pengembang muda profesional yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat sektor perumahan nasional. “Saya ingin nanti mulai muncul pengembang-pengembang milenial yang bagus, anak-anak muda (pengembang) profesional. Kalau boleh bisa dibimbing nanti,” ujar Ara dalam pertemuan dengan para pengembang perumahan di Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Pertemuan tersebut membahas wacana perubahan tipe rumah subsidi di Indonesia dan peninjauan mock up rumah minimalis di kawasan perkotaan. Ara berharap, para pengembang senior dapat menjadi mentor bagi generasi muda, mengajarkan cara membangun usaha yang benar, bergaul dengan lingkungan positif, serta menjauhi pergaulan yang bisa menjerumuskan.
Menurut Ara, profesi pengembang adalah pengusaha, bukan politisi. Maka dari itu, fokus utama harus pada kepatuhan terhadap regulasi dan menjalankan bisnis yang sehat.
Dalam kesempatan tersebut, Ara mengusulkan program “Pengembang Mengajar”, yang akan digelar secara daring maupun luring. Program ini bertujuan agar para pengembang senior bisa membagikan pengalaman secara langsung kepada calon pengembang muda. “Kalau perlu buat kelas pengembang mengajar. Ngajarnya bisa di kelas bisa juga pakai Zoom. Nanti kita buka, itu kalau boleh mulai bulan depan,” tuturnya.
Ia juga menyoroti kisah inspiratif Angga, mantan office boy yang kini sukses menjadi pengembang properti dan membangun 2.000 unit rumah per tahun. Ara menjelaskan, dengan rata-rata keuntungan Rp20 juta per unit, pengembang seperti Angga bisa meraih keuntungan hingga Rp40 miliar. “Satu rumah untungnya Rp25 juta sampai Rp30 juta. Anggaplah Rp20 juta. Kalau 2000 unit rumah dibangun, kali aja Rp20 juta, berapa itu untungnya? Rp40 miliar,” jelasnya.
Ara menambahkan, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan 350 ribu unit rumah. Proses pembiayaan disiapkan oleh BP Tapera dan Sarana Multigriya Finansial (SMF), yang disebut sebagai lembaga profesional dan bersih dalam memberikan akses mudah kepada masyarakat.
Dalam waktu dekat, Menteri Ara akan melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah dan Jawa Timur selama delapan hari. Dalam kunjungan tersebut, dia mengajak para pengembang lokal untuk aktif berdialog dan terlibat langsung dalam pengembangan proyek perumahan rakyat. (kom)


