x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Tiru Jepang, Pramono Mau Jakarta Punya Pulau Kucing untuk Tempat Wisata Baru

WARTALENTERA-Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggagas pembuatan pulau kucing di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu. Ini dilakukan untuk meningkatkan revenue atau pendapatan pariwisata DKI Jakarta seperti di Negara Jepang.

"Jadi gagasan mengenai pulau kucing sebenarnya bukan hal yang baru. Di Jepang itu sudah dilakukan, dan pulau kucing di Jepang itu menjadi tempat tujuan wisata yang luar biasa. Semua orang pengen datang, karena memang komunitas cat lover ini kan gede banget, termasuk di Jakarta ini. Saya yakin lah di sini juga ada, hanya memang belum mendapatkan ruang yang baik," kata Pramono di Balaikota Jakarta, dikutip Senin (12/5/2025).

"Jadi apa yang disampaikan tadi, kalau memang nanti bisa kita wujudkan, maka itu juga bisa jadi revenue bagi Pulau Seribu, untuk orang datang kemudian menikmati wisata kucing," tambahnya.

Ia mengatakan, Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI Jakarta berupaya menjadikan Jakarta sebagai kota ramah hewan, sejalan dengan konsep kota berkelanjutan. Ia berharap, program ini dapat mempertahankan status DKI Jakarta sebagai daerah bebas rabies dengan menekan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia dengan memperbanyak Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

"Saya secara pribadi berkeinginan untuk Jakarta itu menjadi kota yang ramah terhadap hewan. Banyak sekali kucing-kucing yang diperlakukan dengan tidak baik di luar sana. Untuk itu, kami akan mendorong Puskesmas Hewan di Ragunan untuk diupgrade, diperbaiki, dan mudah mudahan nanti di akhir jabatan saya, setiap kota dan kabupaten di DKI Jakarta punya Puskesmas Hewan," imbaunya.

Pramono mengatakan, Program Sterilisasi Kucing ditujukan untuk mencegah lonjakan populasi kucing liar yang dapat berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat, termasuk mengurangi tindakan kekerasan terhadap hewan akibat ketidakseimbangan populasi.

"Pertumbuhan populasi kucing liar yang tidak terkendali menimbulkan dampak lingkungan, seperti pencemaran kotoran, kerusakan properti, dan potensi penyebaran penyakit. Untuk itu diperlukan edukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesejahteraan hewan dan lingkungan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati, Pemprov DKI Jakarta menargetkan sterilisasi 21.000 ekor kucing pada 2025.

"Terdapat 465 laporan masyarakat terkait gangguan akibat kucing liar pada tahun 2024. Pengendalian tidak dapat dilakukan dengan menghilangkan keberadaan kucing liar, tetapi melalui pendekatan kesejahteraan hewan, yakni sterilisasi," ucapnya bijak. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu