x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Jaga Stabilitas Harga Ayam Hidup, Dirjen PKH Kementan Pakai Strategi Ini

Editor :

WARTALENTERA-Jaga stabilitas harga ayam hidup (livebird), pengendalian produksi di tingkat peternak diambil sebagai strategi jitu Dirjen PKH (Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan) Kementan (Kementerian Pertanian). Utamanya, perlu dilakukan peternak ayam di wilayah Pulau Jawa.

Dirjen PKH Kementan Agung Suganda menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam melihat gejolak harga livebird. "Kami mengambil langkah konkret bersama seluruh pihak untuk menyeimbangkan suplai dan permintaan. Pengendalian produksi melalui cutting telur tetas dan afkir dini menjadi kunci dalam merespons dinamika pasar ini,” ulasnya, dalam keterangan resminya, Senin (19/5/2025).

Ia menambahkan, harga livebird tercatat masih di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), yaitu sekitar Rp16.500 per kilogram, dengan bobot ayam antara 1,6 hingga 1,8 kilogram. Merespons kondisi tersebut, kata Agung, Ditjen PKH Kementan telah menggelar Rapat Koordinasi Perunggasan Nasional.

"Rapat ini melibatkan Satgas Pangan Polri, kementerian dan lembaga terkait, dinas peternakan dari enam provinsi sentra produksi ayam, serta asosiasi dan perusahaan pembibit ayam ras," ujarnya. Ia menyebut, berdasarkan data per 14 Mei 2025 menunjukkan, realisasi pengurangan telur tetas fertile (cutting HE) telah mencapai 13,8 juta butir atau setara 11,4 juta anak ayam (DOC) dari target 49,7 juta butir.

Selain itu, sebanyak 284.062 ekor parent stock juga telah diafkir dari target 3 juta ekor. Penyerapan livebird oleh 17 perusahaan pembibit juga berjalan, dengan total 387.746 ekor terserap, rata-rata bobot 2,2 kilogram dan harga Rp17.286 per ekor.

Agung juga menyebut, Ditjen PKH Kementan bersama kementerian/lembaga terkait juga akan menyusun rencana aksi stabilisasi harga dan produksi livebird, serta menjadikan tingkat kepatuhan perusahaan pembibit sebagai indikator penting dalam evaluasi alokasi grand parent stock (GPS) tahun berikutnya.

Dengan langkah kolaborasi dan pengawasan terpadu, Kementan optimistis kestabilan harga ayam dan keberlanjutan usaha peternak rakyat bisa terjaga. "Ini bukan hanya soal harga, tetapi juga tentang keadilan bagi peternak dan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat,” imbuhnya lagi.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementan Hary Suhada menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan. "Kami sudah siapkan langkah penguatan pengawasan breeding farm, distribusi DOC, dan perhitungan kebutuhan ayam serta telur di tiap daerah. Check point lalu lintas ternak juga akan kembali dioptimalkan,” rincinya.

Pihaknya juga akan segera menerbitkan surat resmi kepada seluruh dinas provinsi untuk mempercepat pengawasan produksi dan distribusi ayam ras. "Kita harus pastikan semua pelaku usaha pembibit mematuhi aturan sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga usaha peternak rakyat," ucapnya. (sic)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.