x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Ekspor Listrik Bersih ke Singapura Bakal Serap Tenaga Kerja EBT di Indonesia

Editor :

WARTALENTERA – Kesepakatan ekspor listrik bersih ke Singapura akan membuka peluang penyerapan tenaga kerja industri energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Proyek ini juga akan membantu menumbuhkan industri modul surya, baterai, dan industri pendukung lainnya di Tanah Air.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Institute Essential for Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa seperti dikutip dari Antara, Minggu (15/6/2025).

“Penyerapan tenaga kerja iya. Tapi produsen sel dan modul surya modern dilakukan secara otomatis dan robot, jadi tidak besar. Tapi kalau ada industri ini akan memicu rantai pasok dan industri pendukung yang membuka lapangan kerja lebih besar,” ujar Fabby.

Ia juga menilai kesepakatan terkait ekspor listrik bersih dari Indonesia ke Singapura dengan kapasitas sebesar 3,4 gigawatt (GW) hingga 2035 akan memberikan keuntungan berupa tambahan devisa bagi Indonesia.

“⁠Keuntungan yang paling jelas adalah kita bisa mendapatkan investasi di pembangkitan energi terbarukan, devisa selama berjualan listrik hijau ke Singapura, selama 20 tahun sejak operasi,” ujar Fabby.

Ia melanjutkan, kesepakatan kedua negara di kawasan ASEAN ini juga akan mendorong pencapaian target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) Indonesia yang sebesar 23 persen pada 2030 hingga 2045 dengan target proporsinya sebesar 46 persen.

“Tapi target 23 persen tersebut tidak hanya bergantung dari kesepakatan ini. Setahu saya 3,2 GW (ac) /17 GWp (dc) dan BESS 35,7 GWh akan masuk bertahap dari 2028 sampai 2032,” ujar Fabby.

Pihaknya menyambut baik kesepakatan antara kedua negara bertetangga ini, yang mana akan mendorong pengembangan EBT dan industri hijau di Indonesia.

“Dengan ditandatangani MoU kemarin, dengan melihat posisi Menteri Bahlil sebelumnya, bisa dikatakan ini adalah kesepakatan yang menguntungkan,” ujar Fabby.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Bidang Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait ekspor listrik bersih ke Singapura dengan kapasitas sebesar 3,4 gigawatt (GW) hingga 2035. MoU ditandatangani pada Jumat (13/6/2025).

Selain itu, disepakati pula pengembangan zona industri berkelanjutan yang direncanakan berlokasi di Kepulauan Riau, tepatnya di Bintan, Batam, dan Karimun, oleh Singapura.

Kemudian, juga disepakati kerja sama penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia.

Adapun, potensi investasi yang diserap dari kesepakatan tersebut, yakni sebesar 30-50 miliar dolar AS untuk investasi pembangkit panel surya, serta 2,7 miliar dolar AS untuk manufaktur panel surya dan baterai.

Kesepakatan ini juga berpotensi membuka 418 ribu lapangan kerja baru dari manufaktur, konstruksi, operasi, serta pemeliharaan panel surya dan baterai. (inx)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.