x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Satgas Pangan Awasi Ketat Mutu dan Harga Beras hingga Pelosok Daerah

WARTALENTERA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Satgas Pangan Polri kini bergerak aktif mengawal kualitas dan harga beras hingga ke tingkat daerah. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas pangan nasional tetap terjaga serta mencegah praktik curang di sektor perberasan.

"Jadi kami minta sekali lagi, kami minta semua yang merasa tidak sesuai standar, tolong diperbaiki karena itu Satgas Pangan akan bekerja sampai ke daerah," kata Mentan di Jakarta, Senin (7/7/2025).

Amran mengungkapkan bahwa dari hasil investigasi yang dilakukan Kementerian Pertanian bersama pemangku kepentingan lainnya, ditemukan 212 merek beras tidak sesuai ketentuan mutu, berat, dan harga eceran tertinggi (HET) dari total 268 merek yang diperiksa. “Sekarang ini, pemeriksaan sudah berjalan. Itu ada 10 perusahaan terbesar yang sudah dipanggil oleh Bareskrim (Polri), Satgas Pangan,” jelasnya.

Kementan telah melaporkan temuan ini kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kejaksaan Agung. Jika dalam waktu dekat para produsen tidak menunjukkan itikad baik, Mentan menegaskan bahwa pihaknya tidak segan mengumumkan 212 merek beras “nakal” tersebut ke publik.

Amran juga mengungkap adanya intimidasi yang diterimanya dalam proses pengungkapan praktik curang di sektor perberasan. Namun ia menegaskan tak akan mundur karena ini adalah amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Saya bilang ini perintah Bapak Presiden untuk selesaikan yang korupsi dan mafia diberesin. Saya bilang, siap Bapak Presiden, akhirnya kami tindak lanjuti,” ucap Mentan.

Ia juga menyoroti bahwa harga beras yang diterima petani menurun, namun justru melonjak saat sampai di tangan konsumen. Fenomena ini telah diselidiki oleh tim gabungan dari Kementan, Satgas Pangan, Kejaksaan, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Bapanas Dorong Evaluasi Produk dan Kepatuhan Regulasi

Senada dengan Mentan, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi meminta para pelaku usaha untuk segera mengevaluasi produknya dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.

“Untuk label pada produk beras, itu maksudnya harus sesuai. Kalau tertera 5 kilogram, tolong beratnya jangan kurang dari 5 kilogram, mengurangi timbangan itu tidak boleh,” ujar Arief.

Ia juga menekankan pentingnya pendaftaran izin edar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang kini bisa diproses dengan cepat melalui Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) yang tersedia di seluruh provinsi.

Syarat mutu tersebut, menurut Arief, wajib dipenuhi sesuai dengan Perbadan Nomor 2 Tahun 2023, sebagai bagian dari kontrol keamanan pangan nasional. (kom)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu