x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Tumbuhkan Kepercayaan Investor Melalui Kualitas Tata Kelola Perusahaan

Editor :

WARTALENTERA - Iklim investasi hari ini dinilai cukup stabil, terutama di pergerakan harga saham dan naik turunnya harga emas. Meski harga emas turun sedikit menjadi Rp2.383.000,- per gram, masih dinilai stabil.

Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, di Jakarta, Selasa, 09.12 WIB turun Rp20.000,- ke angka Rp2.574.000 dari semula Rp2.594.000 per gram, dengan harga beli kembali (buyback) turut turun ke Rp2.383.000 per gram.

Namun harga emas batangan Antam sewaktu-waktu bisa berubah. Setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000,- akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback. Adapun untuk harga beli emas Antam dikenakan pajak PPh 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di laman resmi.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi ini dibuka melemah 21,17 poin atau 0,36 persen ke posisi 5.914,98. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,80 poin atau 0,30 persen ke posisi 589,10.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan dan transparansi, yang merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan sebanyak 32,4 juta investor sekaligus meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa tata kelola perusahaan yang baik harus menjadi bagian integral dari nilai dan strategi bisnis, bukan sekadar kewajiban bagi perusahaan tercatat.

"Di pasar modal, kepercayaan adalah modal utama. Investor menempatkan dananya pada perusahaan dengan mengandalkan informasi yang disampaikan oleh perusahaan kepada publik,” kata Jeffrey di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Menurut Jeffrey, kepercayaan investor dapat tumbuh apabila perusahaan dikelola dengan baik, menyampaikan informasi secara transparan dan dapat diandalkan, serta melindungi hak-hak investor publik. Selain itu, lanjutnya, kualitas tata kelola perusahaan juga tercermin dalam proses pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, keterbukaan informasi, serta pertanggungjawaban kinerja kepada publik.

Sebagai upaya memperkuat hal tersebut, pihaknya terus berupaya menjaga integritas pasar dan meningkatkan kualitas informasi melalui edukasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).

Dia memastikan BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga terkait terus mendorong reformasi untuk meningkatkan transparansi, tata kelola, serta kredibilitas pasar modal Indonesia. Dia menjelaskan, berbagai upaya tersebut diantaranya penguatan keterbukaan informasi, transparansi kepemilikan saham, serta peningkatan persyaratan minimum free float atau porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan kepada publik. (nic)

Berita Terbaru
Senin, 12 Okt 2026 18:21 WIB

Pemindahan 36 Narapidana Berisiko Tinggi ke Lapas Nusakambangan

36 narapidana berisiko tinggi dipindahkan ke sejumlah lapas di Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Senin, 12 Okt 2026 08:27 WIB

Menuju Zero ODOL 2027, Pemerintah Mulai Sidak Pelabuhan Besar

Tanjung Perak menjadi pelabuhan uji coba pertama penertiban kendaraan ODOL.
Minggu, 11 Okt 2026 11:20 WIB

Ajang MotoGP Dinilai Mampu Tingkatkan Perekonomian Daerah

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 berikan dampak positif.
Sabtu, 10 Okt 2026 21:54 WIB

Jalan Akses Pusat Pemerintahan Papua Selatan Ditargetkan Rampung November 2026

Pemerintah menargetkan jalan akses pusat Pemerintahan Papua Selatan rampung akhir November 2026.
Sabtu, 10 Okt 2026 10:25 WIB

Pentagon Bersiap Serang Iran Selama Tiga Hari

Pentagon segera melancarkan serangan militer selama 3 hari ke Iran.
Jumat, 09 Okt 2026 23:42 WIB

Rayakan Seni, Budaya, dan Kreativitas Lewat Kolaborasi Lintas Komunitas

Hotel Borobudur Jakarta menghadirkan “Discover Art & Culture 2026”.