WARTALENTERA – Raksasa teknologi Oracle resmi mengguncang industri big tech dengan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berdampak pada sekitar 30.000 karyawan di seluruh dunia. Langkah drastis ini diambil sebagai bagian dari manuver radikal perusahaan untuk mengalihkan pendanaan besar-besaran ke pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan pusat data global.
Seperti dilansir dari Independent, Minggu (5/4/2026), gelombang PHK ini menghantam karyawan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, hingga India. Proses pemecatan dilakukan secara dingin melalui surat elektronik (email) dari ‘Kepemimpinan Oracle’ yang mendarat di kotak masuk staf pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat.
Ironisnya, pemberitahuan tersebut diikuti dengan pemutusan akses sistem secara instan. “Akses ke komputer, email, pesan suara, dan file Anda akan segera dinonaktifkan,” tulis memo internal tersebut.
Dampak terbesar dilaporkan terjadi di India, di mana sekitar 12.000 staf kehilangan pekerjaan mereka dalam satu malam.
Pemutusan hubungan kerja terjadi setelah Oracle — yang didirikan miliarder Larry Ellison, yang juga menjabat sebagai ketua eksekutifnya — mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 95 persen pada kuartal lalu, senilai lebih dari USD6 miliar. Namun, saham perusahaan ditutup pada USD147,11 pada hari pemutusan hubungan kerja, atau turun sekitar penurunan 55 persen dari penutupan tertinggi sepanjang masa pada September lalu di USD326,90.
Meski Oracle mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 22 persen pada kuartal terakhir, pasar modal justru bereaksi dingin dengan penurunan harga saham hingga 25 persen sejak awal tahun. Hal ini memaksa manajemen untuk melakukan efisiensi ekstrem.
Laporan internal menyebutkan bahwa Oracle kini tengah menguji coba Agen AI untuk menggantikan pekerjaan administrasi basis data rutin—tugas yang sebelumnya membutuhkan ribuan insinyur manusia. Analis memperkirakan pemangkasan 18 persen dari total 162.000 tenaga kerja ini akan menyuntikkan tambahan arus kas bebas hingga USD10 miliar bagi perusahaan. (inx)


