warta lentera great work
spot_img

Fokus Perkuat Kapasitas dan Layanan Pelabuhan Nasional

Seiring meningkatnya arus perdagangan internasional dan logistik domestik.

WARTALENTERA – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus memperkuat kapasitas dan layanan pelabuhan nasional seiring meningkatnya arus perdagangan internasional dan distribusi logistik domestik.

Tercatat, sampai April 2026, arus peti kemas yang dilayani PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencapai 6,42 juta TEUs atau tumbuh sekitar 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 5,99 juta TEUs. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada segmen internasional yang meningkat hingga 11 persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud mengatakan, peningkatan arus peti kemas menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi nasional, terutama sektor perdagangan, industri, dan logistik.

“Pertumbuhan arus peti kemas menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak baik. Pemerintah terus memastikan kapasitas pelabuhan dan kualitas layanan tetap mampu mengimbangi peningkatan arus barang, baik internasional maupun domestik,” kata Masyhud.

Menurutnya, pemerintah saat ini terus mendorong penguatan terminal peti kemas melalui penataan fasilitas pelabuhan, peningkatan standar pelayanan, hingga modernisasi infrastruktur logistik nasional.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni penerbitan rekomendasi teknis penetapan terminal peti kemas pada fasilitas yang sebelumnya berstatus multipurpose.

Selanjutnya terminal tersebut ditetapkan sebagai terminal peti kemas oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut. “Dalam periode 2025 hingga April 2026, sudah ada 12 lokasi terminal yang ditetapkan sebagai terminal peti kemas, termasuk Pelabuhan Banten dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan evaluasi berkala terhadap standar kinerja pelayanan operasional pelabuhan, termasuk produktivitas bongkar muat dan kesiapan alat operasional guna menjaga kualitas layanan tetap optimal.

Di sisi infrastruktur, Kementerian Perhubungan bersama BUMN kepelabuhanan terus mempercepat pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pelabuhan di berbagai wilayah Indonesia.

Sepanjang 2025 hingga 2026, pembangunan dan rehabilitasi pelabuhan pemerintah telah dilakukan di 74 lokasi. Program tersebut meliputi pengembangan terminal peti kemas, pendalaman alur pelayaran, peningkatan kapasitas tambatan dan lapangan penumpukan, modernisasi alat bongkar muat, hingga percepatan digitalisasi layanan pelabuhan.

Masyhud menegaskan, penguatan infrastruktur pelabuhan diarahkan untuk mendukung konektivitas logistik nasional sekaligus menopang pertumbuhan perdagangan intra-Asia yang terus meningkat. “Pengembangan pelabuhan juga menjadi bagian penting dalam mendukung agenda hilirisasi, kawasan industri, serta pemerataan ekonomi nasional, terutama di wilayah timur Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar mengatakan peningkatan arus peti kemas internasional ditopang oleh pertumbuhan aktivitas ekspor dan impor yang masih cukup kuat di kawasan intra-Asia.

Dia menyebutkan, ekspor peti kemas tumbuh sekitar 10 persen dan impor meningkat 12 persen. Di sisi domestik, arus peti kemas juga tumbuh sekitar 4 persen, didorong aktivitas distribusi barang antarpulau yang tetap stabil.

“Distribusi logistik domestik masih bergerak positif, termasuk pengiriman menuju kawasan timur Indonesia yang terus meningkat,” ujar Achmad.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan rantai pasok nasional masih berjalan baik di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika geopolitik internasional. Peningkatan aktivitas juga terlihat di sejumlah pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak yang menjadi pusat perdagangan dan distribusi nasional. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular