WARTALENTERA – Saat ini, kontribusi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terhadap produksi gas nasional mencapai 37 persen. Untuk meningkatkan salah satu sumber energi primer yang strategis tersebut, PHE akan memacu produksi gas bumi di wilayah Indonesia bagian Timur.
Ditengah cadangan gas bumi yang belum tergarap optimal, PHE selaku Subholding Upstream Pertamina, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian energi nasional melalui peningkatan produksi gas bumi.
“Pertamina sangat aktif melakukan pengeboran dan menjajaki proyek-proyek baru guna mendorong produksi dan menjaga kinerja perusahaan,” ujar Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PHE Rachmat Hidajat, dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Strategi Penguatan Sektor Gas Bumi di Indonesia, yang diselenggarakan oleh Energy & Mining Editor Society (E2S) di Jakarta, Jumat (16/5/2025).
Rachmat menuturkan, untuk mendukung pertumbuhan energi nasional, PHE telah menyusun tiga strategi utama dalam pengembangan gas. Diantaranya adalah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pasar domestik, mengoptimalkan proyek-proyek berskala besar, serta menggarap potensi lapangan stranded dan marginal melalui sinergi, infrastruktur terintegrasi, dan pemanfaatan teknologi canggih.
Lebih lanjut ia mengatakan, sebagian besar potensi besar produksi gas bumi berada di wilayah terpencil, khususnya kawasan timur Indonesia. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah belum terbentuknya pasar domestik gas di wilayah tersebut.
“Pekerjaan rumah kita adalah membangun pasar gas domestik di Indonesia bagian timur,” ujarnya.
Rachmat menilai bahwa dukungan kebijakan fiskal yang atraktif, kemudahan perizinan dan regulasi, pembangunan infrastruktur. Serta skema komersialisasi yang fleksibel menjadi kunci percepatan eksplorasi dan produksi gas nasional. Terutama di lapangan-lapangan dengan tantangan tinggi.
Sejalan dengan itu, PHE menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan, dengan mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
PHE juga konsisten menerapkan prinsip Zero Tolerance on Bribery dengan memperkuat sistem pencegahan fraud dan memastikan operasional perusahaan bebas dari praktik penyuapan. Hal ini diwujudkan melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah tersertifikasi ISO 37001:2016.
PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi migas secara prudent dan profesional, baik di dalam maupun luar negeri, dalam rangka mewujudkan visi menjadi perusahaan minyak dan gas kelas dunia yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik. (inx)


