WARTALENTERA – Presiden Prabowo Subianto hari ini menggelar rapat terbatas (ratas) dengan para menteri Kabinet Merah Putih dan kepala lembaga. Hadir pula Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam rapat yang membahas subsidi energi tersebut.
Sejumlah menteri pun terlihat menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, sejak pukul 13.30 WIB. Rapat terbatas tersebut dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB.
“Rapat soal ekonomi lah. (Subsidi) salah satunya,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Selain Yassierli, para menteri yang hadir antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Kemudian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDT) Yandri Susanto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait. Hadir juga, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.
Yandri mengatakan, tema rapat kali ini adalah subsidi energi, dimana kementerian yang dipimpinnya punya keterkaitan dengan program bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat di desa.
“Kebijakan subsidi. Kita diundang bersama beberapa menteri. Termasuk saya, kalau Kemendes itu ada subsidi BLT melalui dana desa. Jadi ini mungkin dikoordinasikan isinya apa. Nanti saya mau ikut dulu,” kata Yandri.
Politikus senior PAN ini, tak bisa berbicara banyak. Saat ini, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tengah melakukan pemetaan data untuk pemberian bantuan begitu juga dengan perhitungan anggarannya.
“Hampir kalau saya tidak salah itu seluruh desa hampir 2,5 juta orang, total sekitar Rp 9 triliun,” katanya.
Hal senada disampaikan Hasan Nasbi. “Tentang (subsidi) energilah. Hasil rapat, nanti (diumumkan) habis rapat kabinet ya,” kata Hasan.
Menariknya, sampai berita ini diturunkan, tak tampak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Padahal, Kementerian ESDM adalah yang paling bertangung jawab atas tata kelola energi di tanah air. (inx)


