WARTALENTERA – Sebelum memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Presiden Prabowo menegaskan para menteri, kepala lembaga, dan jajaran Kabinet Merah Putih tidak melakukan gelar griya (open house) saat Hari Raya Idul Fitri.
Presiden melarang pejabatnya menggelar open house yang mewah dan berlebihan setelah bencana nasional dan krisis global yang sedang terjadi. “Kita harus memberikan teladan kesederhanaan pada masyarakat dengan tidak berlebihan saat menggelar open house. Jangan terlalu mewah-mewahan. Sudah lah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat. Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga gak jalan nanti,” kata Presiden Prabowo.
Meski demikian Presiden Prabowo tidak melarang digelarnya acara rutin saat Hari Raya Idul Fitri itu agar roda perekonomian tetap berputar. Presiden Prabowo juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menggambarkan kondisi ekonomi nasional seolah berada dalam keadaan buruk.
Kepala Negara menilai bahwa berbagai indikator menunjukkan ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang kuat.
Presiden Prabowo menyampaikan ucapan kepada masyarakat yang akan melaksanakan tradisi mudik. Dia berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan tetap menjaga keselamatan selama berada di kampung halaman. “Untuk mereka yang ingin mudik nanti, saya ucapkan sebelumnya, selamat mudik dan jaga diri masing-masing di rumah,” kata Presiden Prabowo.
Menutup arahannya, Presiden Prabowo kembali mengajak seluruh jajaran kabinet untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, sekaligus memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga menjelang perayaan Idul Fitri. (vit)


