warta lentera great work
spot_img

Presiden Ungkap Pepatah ‘Mikul Dhuwur Mendhem Jero’

Presiden Prabowo Subianto kagum dengan Korea Selatan. Mereka disebut bangsa pekerja keras, setelah diterjang perang berkali-kali.

WARTALENTERA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat pepatah Jawa ‘mikul dhuwur mendhem jeroyang artinya menjunjung tinggi kehormatan keluarga dan harga diri.

Presiden mengajak masyarakat menghormati semua pemimpin yang telah berjasa membangun bangsa. Kepada yang baik, diangkat setinggi-tingginya. Tetapi, hindari budaya hujat-menghujat, atau ejek-mengejek.

“Kita punya budaya. Ada istilahnya ‘mikul dhuwur mendhem jero‘. Kepada keluarga kita yang baik kita angkat setinggi-tingginya, tapi janganlah kita teruskan budaya hujat-menghujat, ejek-mengejek,” katanya, belum lama ini.

Dalam keterangan itu disebutkan bahwa pepatah tersebut adalah cerminan dari etika sosial dalam budaya Jawa yang berarti menjunjung tinggi kehormatan keluarga dan harga diri.

Pepatah itu juga menjunjung tinggi penguatan jati diri seseorang serta menggambarkan rasa hormat kepada orang lain. “Pemimpin itu manusia, apakah pemimpin maha paripurna? Tidak. Pemimpin pasti ada kekurangan, tapi pada esensinya, marilah kita punya rasa keadilan. Marilah kita menjadi manusia yang jernih. Marilah kita menghormati orang tua, menghormati semua yang berjasa,” katanya.

Presiden Prabowo mengungkapkan kekagumannya kepada bangsa Korea Selatan. Menurutnya, Korea Selatan adalah bangsa pekerja keras, setelah diterjang perang berkali-kali.

“Saya termasuk kagum dengan bangsa Korea, saya kagum dengan budaya mereka, dengan kerja keras mereka. Mereka bangsa yang mampu mendirikan suatu bangsa modern dari puing-puing perang, dari kancah peperangan,” ujarnya.

Kemudian, Presiden menyampaikan terima kasih kepada para pemimpin Lotre Group karena ikut membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Dia meminta para pihak terkait agar terus menjaga kepercayaan dan keamanan bagi investasi yang masuk ke dalam negeri.

“Mari kita memberi manfaat bersama. Kehormatan kita adalah mitra. Kita harus jaga, kita terima dengan hati dan jangan ada unsur-unsur yang mengganggu,” ujarnya. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular