warta lentera great work
spot_img

Proses Pembelajaran di Aceh, Sumut, dan Sumbar Segera Dipulihkan

Utamakan keselamatan peserta dan tenaga didik, Kemendikdasmen pastikan sekolah dibuka kembali setelah kondisi benar-benar aman.

WARTALENTERA – Proses pembelajaran di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, akan segera dipulihkan setelah sejumlah sekolah di tiga wilayah tersebut dilanda banjir dalam beberapa hari terakhir. Akan tetapi, proses pembelajaran akan dipulihkan jika kondisi sekolah sudah dipastikan benar-benar aman.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025). Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses pembelajaran dapat kembali berlangsung normal.

“Pertama kami berkoordinasi dengan pemda untuk memastikan pembelajaran bisa segera dimulai tentu setelah banjir diatasi,” ujarnya.

Sebagaimana hasil rapat terbatas tingkat menteri di Kantor BNPB Jakarta sebelumnya, ia menjelaskan laporan yang diterima, sekolah dalam kondisi rusak karena banjir dan tanah longsor lebih dari puluhan unit tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sehingga tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kemendikdasmen menyiapkan bantuan sarana pendidikan, termasuk paket perlengkapan belajar, perangkat pendukung, serta kebutuhan dasar sekolah yang rusak untuk mendukung pemulihan pembelajaran.

“Untuk bantuan pembelajaran itu juga segera kami sediakan,” ucapnya.

Ia menegaskan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama karena itu sekolah di wilayah banjir baru dapat dibuka kembali setelah dinyatakan aman oleh tim petugas gabungan.

Kemendikdasmen juga menginstruksikan Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan asesmen cepat pada setiap sekolah terdampak guna memastikan kebutuhan mendesak, termasuk perbaikan infrastruktur ringan, pembersihan fasilitas, serta pengadaan sarana pendukung kegiatan belajar.

Selain itu, sekolah yang tidak terdampak banjir diminta mengoptimalkan pembelajaran jarak dekat atau penjadwalan ulang sebagai alternatif sementara bagi siswa di wilayah banjir agar tidak tertinggal proses belajar.

“Kami terus berkoordinasi agar proses pembelajaran bagi siswa tetap terjamin,” tandasnya. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular