WARTALENTERA–Kapolres Puncak Jaya AKBP Ahmad Fauzan memastikan bahwa situasi keamanan di wilayahnya kini berangsur kondusif pasca-perdamaian antara dua kelompok masyarakat yang sebelumnya bertikai akibat dampak pemilihan kepala daerah.
“Memang benar secara perlahan situasi keamanan, terutama di Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya, relatif kondusif dan warga kembali beraktivitas,” ujar AKBP Ahmad Fauzan di Mulia, Kamis (15/5/2025).
Ia menyebutkan, suasana di masyarakat mulai membaik, terlihat dari aktivitas harian warga yang kembali normal. Para pedagang, terutama mama-mama Papua, telah kembali berjualan hasil pertaniannya di pinggir jalan seperti biasa. “Mama-mama asli Papua yang berjualan hasil pertaniannya sudah berjualan, termasuk dengan menggelar dagangannya di pinggir jalan,” ungkapnya.
Pengamanan dan Patroli Rutin
Meski situasi sudah kondusif, jajaran Polres Puncak Jaya tetap meningkatkan keamanan melalui patroli dialogis setiap hari. Patroli ini dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri pemukiman untuk menciptakan rasa aman dan menjaga stabilitas wilayah. “Patroli itu akan dilaksanakan setiap hari dengan berjalan kaki menyusuri pemukiman warga guna memberikan rasa aman,” katanya.
Dalam setiap patroli, petugas juga mengimbau agar warga tidak membawa senjata tradisional seperti busur dan panah ke luar rumah demi menjaga ketertiban.
“Mudah-mudahan imbauan itu dipatuhi sehingga situasi keamanan kembali pulih,” harap Kapolres.
Latar Belakang Kerusuhan
Sebelumnya, pada Senin (12/5/2025), dua kelompok masyarakat di Puncak Jaya yang sempat terlibat konflik sepakat berdamai. Perseteruan tersebut dipicu oleh ketegangan pasca-pemilihan kepala daerah. Proses damai ditandai dengan simbol adat berupa pematahan kayu Doli, sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk mengakhiri konflik.
Perdamaian ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan di wilayah pegunungan tengah Papua, yang selama ini kerap mengalami ketegangan serupa pasca kontestasi politik lokal. (kom)


