warta lentera great work
spot_img

Ratusan Ribu Warga Eropa Turun ke Jalan, Serukan Solidaritas untuk Palestina

WARTALENTERA – Ratusan ribu demonstran di berbagai negara Eropa menggelar aksi pada Sabtu (9/8/2025) sebagai bentuk solidaritas untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza. Mereka menuntut diakhirinya serangan Israel dan mendesak gencatan senjata segera.

Aksi Besar di London

Di Inggris, ribuan warga memenuhi jalanan London dalam aksi bertajuk 30th National March for Palestine. Massa berbaris dari Russell Square menuju kantor Perdana Menteri Inggris sambil mengibarkan bendera Palestina dan membawa tema “Hentikan Kelaparan di Gaza.”

Palestine Solidarity Campaign (PSC), penyelenggara utama aksi ini, menegaskan bahwa Israel secara sistematis membuat warga Gaza kelaparan hingga meninggal. “Pemerintah kita harus bertindak untuk menghentikan genosida yang dilakukan Israel,” tulis PSC di platform X.

Para pengunjuk rasa juga mengkritik pemerintah Inggris yang dinilai turut terlibat dalam genosida tersebut.

Gelombang Protes di Swedia, Belanda, dan Spanyol

Ratusan orang di Stockholm, Swedia, memprotes rencana Israel menduduki Kota Gaza. Massa berkumpul di Odenplan membawa spanduk yang mengecam serangan Israel dan dukungan Amerika Serikat, lalu berbaris menuju Kementerian Luar Negeri Swedia.

Aksi serupa terjadi di Amsterdam, Belanda. Demonstran menolak rencana pendudukan, mengecam dukungan negara-negara Barat, dan mendesak pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa batas ke Gaza.

Di Spanyol, ribuan orang berunjuk rasa di Madrid menentang serangan Israel dan kelaparan di Gaza. Massa mengibarkan bendera Palestina, meneriakkan “Akhiri genosida,” dan memukul panci serta wajan sebagai simbol protes kelaparan.

Protes di Jenewa

Ribuan demonstran juga berkumpul di Jardin Anglais, Jenewa, memprotes kematian akibat kelaparan dan malnutrisi di Gaza yang dipicu blokade Israel. Mereka menggelar aksi duduk sambil meneriakkan protes dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Arab.

Bendera Palestina berkibar di tengah kerumunan, sementara peserta memukul panci dan wajan untuk menarik perhatian publik terhadap krisis kemanusiaan di Gaza.

Situasi Krisis di Gaza

Kementerian Kesehatan Gaza pada Jumat (8/8) melaporkan 21 warga Palestina tewas dan 341 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir saat berusaha mendapatkan bantuan kemanusiaan.

Sejak 27 Mei, jumlah korban tewas saat mencari bantuan mencapai 1.743 orang, dengan lebih dari 12.590 orang terluka. Selain itu, 11 orang, termasuk anak-anak, meninggal akibat kelaparan dan malnutrisi dalam sehari terakhir, sehingga total korban akibat kelaparan mencapai 212 jiwa, termasuk 98 anak-anak. Kondisi ini semakin menegaskan memburuknya krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, yang mendorong gelombang aksi solidaritas di seluruh Eropa. (kom)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular