WARTALENTERA-Menkes (Menteri Kesehatan) RI Budi Gunadi Sadikin berupaya untuk meningkatkan akses dan pelayanan skrining kanker hingga ke-514 kabupaten/kota di Indonesia. Hal itu dilakukan, supaya lebih banyak lapisan masyarakat yang bisa terdiagnosis lebih awal.
“Mengajak masyarakat untuk lebih peduli bahaya kanker sekaligus menyediakan layanan pemeriksaan kanker ke-514 kabupaten/kota di Indonesia. Supaya masyarakat lebih mudah melakukan deteksi dini kanker,” ujarnya, dalam keterangan pers di Jakarta, dikutip Selasa (13/5/2025).
Kasus kanker terus meningkat setiap tahun, sayangnya kebanyakan terdiagnosis di stadium akhir, sehingga proses penyembuhan semakin sulit. Maka itu, untuk bisa melakukan intervensi yang tepat dan cepat, pasien kanker deteksi dini kanker dengan alat skrining yang tepat dan mudah diakses.
Menkes menegaskan, sebaran alat diagnosis kanker akan dimulai tahun ini. “Jadi pasti nanti akan naik (kasus kanker). Nah sekarang ini, bagaimana masyarakat diedukasi bahwa penyakit kanker kalau ketemu harus dideteksi dini lebih awal karena teknologinya berkembang hingga hari ini,” ulasnya.
Menkes meminta agar masyarakat tidak takut melakukan deteksi dini penyakit kanker. Karena dengan deteksi lebih dini, penyakit kanker bisa diobati lebih cepat dan angka kesembuhan lebih tinggi.
“Orang-orang perempuan kan suka bilang ‘aduh aku takut menerima kenyataan’ itu justru berbahaya karena ketahuan di stadium nomor 1. Teknologi sekarang kayak kanker payudara nomor 1 pembunuhnya, itu 90 persen bisa sembuh,” yakinnya.
Kasus Kanker
Meski kanker di usia di bawah 50 tahun tergolong jarang, jumlah kasusnya kini menunjukkan peningkatan. Kondisi ini mendorong para peneliti untuk mencari tahu penyebabnya.
Penelitian terbaru dari Amerika Serikat menganalisis lebih dari 2 juta kasus kanker yang terjadi pada kelompok usia 15 hingga 49 tahun selama periode 2010 hingga 2019. Hasilnya menunjukkan bahwa 14 dari 33 jenis kanker mengalami peningkatan pada setidaknya satu kelompok usia muda.
Jenis kanker yang mengalami peningkatan paling mencolok adalah kanker payudara, kolorektal, ginjal, dan rahim. Kanker payudara tercatat sebagai kasus terbanyak, dengan tambahan sekitar 4.800 kasus lebih banyak dibandingkan prediksi sebelumnya.
Sementara itu, kanker kolorektal tercatat meningkat sekitar 2.000 kasus dari perkiraan, diikuti kanker ginjal dengan tambahan 1.800 kasus, dan kanker rahim dengan 1.200 kasus lebih banyak. “Beberapa jenis kanker ini diketahui berhubungan dengan kelebihan berat badan sehingga salah satu hipotesis utamanya adalah meningkatnya angka obesitas,” kata penulis utama Meredith Shiels dari National Cancer Institute, melansir APNews, Selasa (13/5/2025).
Meski penyebab pasti belum bisa dipastikan, sejumlah faktor seperti peningkatan angka obesitas, kemajuan dalam teknologi deteksi kanker, dan perubahan dalam pedoman skrining diduga berperan dalam tren ini. Khusus untuk kanker payudara, kecenderungan wanita untuk memiliki anak pertama di usia yang lebih tua juga diperkirakan turut memengaruhi lonjakan kasus.
Namun ada sisi positifnya-tidak semua jenis kanker meningkat pada usia muda. Beberapa jenis seperti kanker paru-paru dan prostat tetap lebih umum ditemukan pada usia 50 tahun ke atas. (sic)


