WARTALENTERA – Kedatangan Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO), Arsenio Dominguez, ke Jakarta untuk menghadiri Indonesia Maritime Week (IMW) 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung maritim global.
Dominguez menyampaikan kawasan Asia, termasuk Indonesia, adalah pusat industri maritim dunia dari pelayaran, pembangunan kapal, hingga penyediaan pelaut dan Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan yang nyata dalam isu-isu strategis maritim, seperti dekarbonisasi sektor pelayaran, investasi pada infrastruktur pelabuhan berkelanjutan, serta pengembangan energi alternatif dan digitalisasi maritim.
“Indonesia jelas menjadi teladan dalam transformasi maritim global. Komitmennya dalam mewujudkan konektivitas, keberlanjutan, dan dekarbonisasi maritim menunjukkan langkah nyata menuju masa depan pelayaran yang berkelanjutan,” jelas Dominguez di Indonesia Maritime Week (IMW) 2025 di JCC, Jakarta belum lama ini.
Dominguez mengatakan IMO telah melangkah maju melewati strategi GHG 2023 untuk mencapai dekarbonisasi sektor pelayaran pada 2050. Target awal penurunan emisi sebesar 20–30 persen pada tahun 2030 dinilai realistis dan dapat tercapai berkat peningkatan efisiensi yang telah dilakukan lebih dari satu dekade terakhir.
Selain dekarbonisasi, IMO menurut Dominguez juga menyoroti pentingnya digitalisasi pelayaran, melalui strategi maritim digital global, keselamatan dan keamanan, termasuk pengembangan teknologi otomasi kapal, serta peningkatan pelatihan pelaut, untuk menjawab tantangan kurangnya tenaga kerja terampil di tengah transformasi sektor maritim.
Sekjen IMO menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar slogan, melainkan agenda nyata yang harus diwujudkan melalui kolaborasi antar negara dan industri. Oleh karena itulah, hari Maritim Dunia tahun ini mengambil tema “Our Ocean, Our Opportunities, Our Obligations”, yang menekankan ajakan IMO kepada seluruh pemangku kepentingan untuk terus bekerja sama menciptakan masa depan maritim yang hijau, aman, dan inklusif.
“Dekarbonisasi, peningkatan keselamatan dan keamanan terutama pada masa yang kita jalani saat ini memang penuh tantangan, namun juga menciptakan peluang dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan partisipasi negara-negara seiring dengan perkembangan sektor maritim,” tukasnya.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Dominguez juga menyempatkan diri untuk melakukan pertemuan/Courtesy Call dengan beberapa Kementerian/Badan terkait, antara lain Kementerian Luar Negeri, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Kementerian Perhubungan.
Turut mendampingi Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi pada pertemuan yang dilangsungkan di Kantor Menteri Perhubungan Selasa sore (27/5/2025). Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud mengatakan, bahwa pertemuan ini menandai penguatan kerjasama antara Indonesia dan IMO dalam mendukung pembangunan maritim global yang berkelanjutan, aman dan inklusif.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif tersebut, Kementerian Perhubungan, ungkap Masyhud, menyampaikan apresiasi atas dukungan IMO terhadap penyelenggaraan Indonesia Maritime Week, dan menekankan bahwa sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2024-2025, Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan administrasi maritimnya sambil secara aktif berkontribusi pada tujuan strategis IMO.
“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia berkomitmen untuk memperkuat sektor maritim dengan meningkatkan standar keselamatan, mendukung praktik berkelanjutan, berinvestasi dalam keterampilan dan pelatihan SDM maritim, serta mendukung kesetaraan gender di sektor maritim,” terang Masyhud. (vit)


