WARTALENTERA – Atlet taekwondo yang tergabung dalam Taekwondo UIN Malang cukup puas menyabet gelar Juara Umum 3 Kategori Semi Prestasi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grade-B Jatim Open 2025.
Dari 77 atlet yang dikirimkan termasuk siswa-siswa SMP Ar Rohmah Putra Boarding School, Dau Malang sebanyak 13 siswa. “Alhamdulillah, kami bisa mengantongi emas, perak, dan perunggu,” kata pelatih Taekwondo UIN Malang Sabeum Rofiq di Kediri, Senin (24/11/2025).
Dia menjelaskan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grade-B Jatim Open 2025 resmi dibuka pada Sabtu (22/11/2025) di GOR Joyoboyo. Total kuranglebih sebanyak 1.282 atlet beserta para pendamping dari berbagai daerah hadir.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Fatihin, selaku pembimbing, menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, perjuangan para santri tidak sia-sia. Ini semua berkat dukungan penuh dari para pengasuh, guru, serta doa restu dari orang tua,” ujarnya. Dia juga mengucapkan terim kasih atas semuanya, hingga akhirnya para santri berhasil menjuarai Juara Umum 3 Kategori Semi Prestasi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grade-B Jatim Open 2025.
Terpisah, Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Timur, Mayjen TNI (Purn) Yusman Madayun, S.I.P., yang hadir membuka acara, memberikan apresiasi mendalam atas membludaknya peserta tahun ini. Dia menilai antusiasme tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya pembinaan atlet muda, terutama karena minat pelajar terhadap taekwondo terus meningkat dan membutuhkan jalur kompetisi yang terarah.
“Kejuaraan ini digelar untuk menarik minat atlet, khususnya dari Jawa Timur. Minat pelajar terhadap taekwondo sangat penting karena mereka akan menjadi generasi penerus yang berpeluang besar menjadi atlet nasional,” ujarnya.
Dukungan dari pemerintah daerah juga memperkuat kesan positif dalam pelaksanaan Kejurnas kali ini. Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Toha, menilai hadirnya wasit-wasit berlisensi nasional menjadi bukti bahwa penyelenggaraan tahun ini bergerak ke level yang lebih profesional.
“Kompetisi seperti ini bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga wadah lahirnya bibit-bibit unggul taekwondo. Selain itu, atmosfer olahraga di Kota Kediri semakin hidup dan berpotensi besar mendongkrak sport tourism,” jelasnya. (vit)


