WARTALENTERA-Sebanyak 19 calon emiten siap melantai di BEI (PT Bursa Efek Indonesia) melalui skema Initial Public Offering (IPO), tahun ini. Sebanyak 17 perusahaan di antaranya, merupakan skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar.
Sementara 2 perusahaan sisanya merupakan aset dengan skala menengah sekitar Rp50 miliar-250 miliar. Berdasarkan keterbukaan informasi, dikutip Senin (13/1/2025), berikut rincian sektoral dari para calon emiten tersebut:
– 3 Perusahaan dari sektor Basic Materials
– 1 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals
– 6 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals
– 1 Perusahaan dari sektor Energy
– 1 Perusahaan dari sektor Financials
– 3 Perusahaan dari sektor Healthcare
– 3 Perusahaan dari sektor Industrials
– 0 Perusahaan dari sektor Infrastructures
– 1 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate
– 0 Perusahaan dari sektor Technology
– 0 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistic
Selain itu, ada delapan perusahaan yang tercatat dalam pipeline rights issue. Delapan perusahaan tersebut terdiri dari tiga sektor basic materials, dua perusahaan energi, dua perusahaan bidang healthcare, dan satu perusahaan infrastruktur.
“Terdapat delapan perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI,” tulis BEI dalam keterangan resminya, dikutip Senin (13/1/2025). Hingga 10 Januari 2025, belum ada satu pun perusahaan tercatat yang telah menerbitkan right issue.
Selama periode tersebut, ada lima perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana yang dihimpun sebanyak Rp1,13 triliun. Lebih lanjut, BEI juga mencatat telah menerbitkan lima emisi dari empat penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp7 triliun. Sampai dengan 10 Januari 2025, terdapat 13 emisi dari 11 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline.
Beberapa perusahan tersebut terdiri dari dua perusahaan bergerak di sektor basic materials, satu perusahaan consumer non cyclicals, tiga perusahaan energi, dan lima perusahaan sektor finansial. (sic)


