warta lentera great work
spot_img

Iran Patok Tarif Rp33 Miliar untuk Kapal yang Lintasi Selat Hormuz

Sekitar 2.000 kapal masih antre.

WARTALENTERA – Kapal yang hendak melintas Selat Hormuz, akan dikenakan tarif. Tidak tanggung-tanggung, Iran menetapkan tarif USD2 juta atau sekitar Rp33 miliar.

Kebijakan ini muncul di tengah krisis energi global akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Blokade de facto Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons terhadap perang Amerika Serikat-Israel telah menyebabkan salah satu krisis energi terburuk dalam beberapa dekade yang berpotensi menyebabkan resesi global.

Sejak AS dan Israel melancarkan perang pada 28 Februari, Teheran masih gigih memblokir Selat Hormuz dan menghalangi jalur yang biasanya mengangkut 20 juta barel minyak per hari. Seperti diketahui, jalur ini berperan penting dalam stabilitas ekonomi global.

Mengutip Al Jazeera, hampir 2.000 kapal terdampar di dekat selat sempit tersebut, yang terletak di antara Iran di sisi utara dan Oman serta Uni Emirat Arab di sisi selatan.

Pada Kamis (26/3/2026), media Iran melaporkan bahwa parlemen berupaya mengesahkan undang-undang untuk memungut biaya tol bagi kapal-kapal yang melintasi Hormuz.

“Menurut rencana ini, Iran harus memungut biaya untuk memastikan keamanan kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz,” kata seorang pejabat seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (29/3/2026).

“Hal ini sepenuhnya wajar. Sama seperti di koridor lain, ketika barang melewati suatu negara, bea masuk dibayarkan. Selat Hormuz juga merupakan koridor. Kami memastikan keamanannya, dan wajar jika kapal dan tanker membayar bea masuk kepada kami,” tambahnya.

Penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan harga minyak global melonjak di atas USD100 per barel, melonjak sekitar 40 persen dari sebelum perang. Hal ini memaksa negara-negara, khususnya di Asia, untuk melakukan penjatahan bahan bakar dan memangkas produksi industri.

Negara-negara yang terdampak telah melobi Iran untuk mengizinkan kapal melewati selat tersebut, yang merupakan satu-satunya jalur untuk mengekspor minyak dan gas dari sebagian besar produsen Teluk.

Iran juga telah menuntut pengakuan internasional atas haknya untuk menjalankan otoritas atas Selat Hormuz sebagai salah satu dari lima syaratnya untuk mengakhiri perang.

Pada Minggu (29/3/2026), anggota parlemen Iran Alaeddin Boroujerdi mengatakan kepada saluran TV satelit berbahasa Farsi yang berbasis di Inggris, Iran International, bahwa negara tersebut telah mengenakan biaya sebesar Rp33 miliar kepada beberapa kapal untuk melewati selat tersebut.

“Sekarang, karena perang memiliki biaya, tentu saja, kita harus melakukan ini dan memungut biaya transit dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa saat ini hampir 2.000 kapal menunggu di kedua sisi selat untuk berlayar melewatinya.

Dinas intelijen maritim Windward mengatakan penumpukan ini menunjukkan bahwa “banyak operator telah memilih untuk mempertahankan posisi di luar Hormuz daripada segera berkomitmen untuk melakukan pengalihan rute jarak jauh.”

Beberapa negara kantongi izin khusus

Meski demikian, ada beberapa negara yang mengantongi izin khusus untuk melintasi Selat Hormuz. Berdasarkan laporan perusahaan intelijen maritim Windward, sejumlah kapal berhasil melintasi perairan Iran pada 15-16 Maret 2026.

“Rute baru ini menunjukkan bagaimana blokade selektif Iran memungkinkan sekutu dan pendukungnya melakukan transit,” demikian bunyi laporan itu.

Berikut beberapa negara yang diizinkan melintasi Selat Hormuz:

Pakistan
Kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi dilaporkan berhasil melintasi selat tersebut. Kapal jenis Aframax itu keluar dari Teluk melalui jalur yang diizinkan Iran.

India
Setidaknya dua kapal tanker pengangkut gas minyak cair (LPG) India berhasil melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan di India setelah adanya komunikasi antara kedua negara.

Turki
Kapal Turki mendapat izin dari otoritas Iran. Izin diberikan kepada salah satu kapal yang sebelumnya berada di dekat perairan Iran setelah melalui persetujuan langsung dari Teheran.

China
Teheran telah memberikan jaminan bahwa kapal-kapal China termasuk tanker negara itu boleh melewati Selat Hormuz.

Namun, dua kapal berbendera China menunda keberangkatan mereka keluar selat itu pada Sabtu (28/3/2026). Belum diketahui alasan penundaan tersebut, dikutip dari Reuters.

Spanyol
Selain China, negara Eropa seperti Prancis dan Italia juga mengajukan permintaan serupa kepada Iran.

Namun sejauh ini baru Spanyol yang mendapatkan sinyal dari Iran untuk diperbolehkan melewati Selat Hormuz, dikutip dari the Independent.

Duta Besar Iran untuk Spanyol sebelumnya mengumumkan di akun medsos X bahwa Spanyol diperbolehkan lewati selat tersebut karena mematuhi hukum internasional, bukan bagian dari sekutu musuh yang memerangi Teheran.

Malaysia
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan kapal tanker negaranya telah diizinkan melewati Selat Hormuz.

“Kami sedang dalam proses mengupayakan pembebasan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang,” kata Anwar, dikutip Al Jazeera.

Dilansir The Standard, Iran juga memperbolehkan kapal-kapal dari Rusia, Irak, dan Bangladesh dapat dengan aman melewati Selat Hormuz.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut kapal dari AS, Israel, dan negara-negara musuh tetap tidak diperbolehkan lewat.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Menurut juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, Kementerian Luar Negeri RI bersama dengan Kedutaan Besar RI di Teheran aktif menjalin komunikasi dengan pihak Iran.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl terkait perkembangan negosiasi kapal tanker Pertamina di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Akan tetapi, hingga berita ini dipublikasikan, belum ada kepastian terkait hal tersebut. Saat ini ada dua kapal Indonesia yang masih tertahan. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular