WARTALENTERA-Menjadi orang tua untuk anak remaja seringkali mulai terasa gesekan-gesekan dalam pola pengasuhan, sehingga dibutuhkan pola parenting khusus. Perubahan hormon, pubertas, tekanan sosial, dan tanggung jawab tambahan, membuat emosi remaja cenderung bergejolak dan mudah mood swing.
Disini, kesabaran orang tua diuji. Pun harus ada perubahan dalam pola asuh dari anak ke remaja.
Menurut pakar psikologi, melansir laman Positive Parenting Solutions, Jumat (30/5/2025), setidaknya ada 5 hal yang tidak boleh dilakukan orang tua kepada anak yang beranjak remaja. Kesalahan pengasuhan di masa remaja, dikhawatirkan bisa berdampak permanen dalam pembentukan identitas diri anak.
So, orang tua wajib mengubah pola parenting mengikuti masa pertumbuhan anak dan menerapkan konsep parenting khusus untuk remaja, dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Jangan terlalu banyak mengontrol
Hal yang tidak boleh dilakukan orang tua pada anak remaja yang pertama yaitu terlalu banyak mengontrol. Dapat dimengerti jika orang tua takut untuk melepaskan anak remaja mereka.
Akibatnya, tidak sedikit orang tua yang cenderung menekan dan terlalu mengontrol anak remajanya. Faktanya, sikap yang demikian rentan memicu perebutan kekuasaan dan bisa memantik situasi panas antara orang tua dan anak.
Alih-alih terlalu mengikat anak remaja Anda, sebaiknya orang tua belajar menghargai kebutuhan otonomi mereka dan berikan mereka lebih banyak kebebasan. Carilah kesempatan untuk memberi anak lebih banyak tanggung jawab dan biarkan mereka melatih keterampilan decision-making (pengambilan keputusan).
Namun, pastikan anak remaja Anda mengetahui jenis perilaku yang diharapkan dari mereka serta apa yang akan terjadi jika mereka melampaui batas. Dengan memberikan anak sedikit lebih banyak kendali atas hidupnya, itu akan membantu mereka berkembang sekaligus meningkatkan kemandirian dan kepercayaan dirinya.
2. Jangan sering mengomel dan terlalu mengarahkan
Hal yang tidak boleh dilakukan orang tua pada anak remaja yang kedua yaitu sering mengomel dan terlalu mengarahkan. Sesekali, mengomeli dan mengarahkan anak memang diperlukan.
Namun, terlalu sering melakukannya justru bisa mendorong anak remaja untuk menjadi tidak patuh atau memberontak. Sebagai orang tua, memang tugas Anda untuk mengajarkan tanggung jawab kepada anak.
Akan tetapi, jika Anda mencoba melakukan hal tersebut dengan mengomel dan terlalu mengarahkan, maka yang lebih mungkin terjadi adalah perebutan kekuasaan alih-alih apa yang Anda harapkan. Selalu ingat untuk menghormati anak remaja Anda jika ingin mereka menghormati orang tuanya.
3. Jangan membiarkan anak menjauh dari Anda
Hal yang tidak boleh dilakukan orang tua pada anak remaja yang ketiga yaitu membiarkan anak menjauh dari orang tua. Mungkin, anak remaja terkesan tidak ingin berhubungan terlalu dekat dengan orang tuanya.
Faktanya, masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa justru adalah saat penting membuat anak remaja sangat membutuhkan bimbingan dari orang tua. Jadi, semisal suatu hari anak remaja Anda mulai menjauh, pastikan orang tua tidak membiarkannya begitu saja.
Bahkan jika Anda merasa bahwa anak mendorong Anda untuk menjauh, jangan lantas mundur dan pastikan tetap ada di sisi anak. Apabila Anda kesulitan untuk menyemangati anak remaja Anda secara langsung, manfaatkanlah teknologi seperti aplikasi chatting.
Yang paling penting, selalu sempatkan diri Anda untuk menghabiskan waktu berdua bersama anak minimal 10-15 menit supaya hubungan antara Anda dengan mereka tetap terjaga.
4. Jangan terlalu berambisi pada keberhasilan anak
Hal yang tidak boleh dilakukan orang tua pada anak remaja yang keempat yaitu terlalu berambisi pada keberhasilan anak. Tak jarang orang tua terlalu banyak berinvestasi dalam kesuksesan anak-anak mereka dan berambisi untuk menyelamatkan anak dari kesulitan atau kegagalan.
Padahal, orang tua perlu yakin pada kemampuan anak dan melonggarkan kendalinya. Sebagai orang tua yang memiliki anak remaja, sangat disarankan bagi Anda untuk sedikit mundur dan membiarkan anak menangani tanggung jawabnya sendiri yang semakin meningkat.
Anda juga perlu membiarkan anak belajar dan bangkit dari kegagalan. Sebaliknya, tekanan dan harapan yang tidak masuk akal dari orang tua dapat membuat anak merasa bahwa kegagalan tidak bisa diterima.
Akibatnya, anak bisa mudah merasa stres dan cemas karena takut jika harus mengalami kegagalan.
5. Jangan menganggap bahwa hidup ini hanya tentang Anda
Hal yang tidak boleh dilakukan orang tua pada anak remaja yang kelima yaitu menganggap bahwa hidup ini hanya tentang Anda. Anak remaja cenderung memprioritaskan teman-temannya dibandingkan orang tua.
Mereka juga cenderung berjuang untuk menjalani hidup sesuai dengan kemauannya. Hal ini mungkin terkesan egois, namun percayalah bahwa fase ini tergolong normal terjadi pada remaja.
Orang tua hanya perlu menjadi pengawas, agar anak remaja Anda bisa bebas, tapi tidak kebablasan. (sic)


