WARTALENTERA-Terjadi pergeseran pola konsumsi, BPS (Badan Pusat Statistik) catat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12 persen pada kuartal II 2025. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh beberapa faktor, seperti konsumsi, rekreasi, makanan minuman, resto dan transportasi.
“Masyarakat masih memiliki daya beli, namun terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat,” jelasnya di Jakarta, Minggu (10/8/2025). Dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi juga didorong oleh sektor konsumsi, rekreasi mamin, resto sebesar 8 persen.
“Lalu transportasi juga tumbuh 8 persen, selanjutnya investasi,” imbuhnya. Sekadar informasi, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp5.947 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp3.396,3 triliun pada kuartal II 2025.
Bila dibandingkan dengan kuartal I 2025 perekonomian Indonesia tumbuh 4,04 persen. Secara year on year seluruh lapangan usaha tumbuh positif.
Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi besar ke PDB adalah industri pengolahan (18,67 persen), pertanian (13,83 persen), perdagangan (13,02 persen), konstruksi (9,48 persen) dan pertambangan (8,59 persen), dengan total lima lapangan usaha tersebut mencapai 63,59 persen dari PDB. (sic)


