WARTALENTERA-Topan Kajiki Singgah di China, lukai lebih dari 100 ribu orang di Pulau Hainan, China. Melalui informasi yang masih terus bermunculan di aplikasi WeChat dan dilansir RIA Novosti, Selasa (26/8/2025), otoritas Hainan mengungkapkan, sejauh ini tidak ada korban jiwa akibat amukan Topan Kajiki.
“Menurut statistik awal, bencana ini menyebabkan 102.500 orang terluka,” ujar juru bicara departemen manajemen darurat provinsi, Wu Zhan Chao. Di kota Sanya, Hainan, topan tersebut merobohkan atau memiringkan lebih dari 20 ribu pohon, sementara 2.700 stasiun pangkalan seluler di seluruh provinsi tidak berfungsi, yang berdampak pada 60 ribu pelanggan.
Kantor berita Xinhua melaporkan, pada hari yang sama bahwa 20.728 orang telah dievakuasi dari daerah-daerah yang berpotensi berbahaya, dan lebih dari 30.769 kapal penangkap ikan lokal telah kembali ke pelabuhan atau berlindung di tempat-tempat aman. Di Sanya, sekolah, bisnis, kegiatan komersial, transportasi umum, dan pengiriman barang dihentikan sementara, dan area-area wisata ditutup untuk umum.
Wakil Konsul Konsulat Jenderal Rusia di Guangzhou, Ivan Rymar, mengatakan, bahwa 600 wisatawan Rusia tertahan di China akibat topan tersebut dan mereka semua telah ditampung di hotel. Sejak Minggu (24/8/2025), Provinsi Hainan menetapkan status siaga tertinggi saat Topan Kajiki mendekat.
Sebelum mampir ke China, Topan Kajiki juga sempat melumpuhkan Vietnam tengah. Puluhan ribu penduduk telah dievakuasi dari beberapa daerah di wilayah tersebut. (sic)


