warta lentera great work
spot_img

Warga Jayawijaya Diimbau Siaga, Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlanjut Sepekan

WARTALENTERA-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena mengingatkan warga Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, untuk tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem selama satu minggu ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena Subahari melalui Prakirawan Cuaca Raka Bagas Wicaksono menyampaikan pada Sabtu di Wamena, bahwa potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi, sehingga warga di 40 distrik Jayawijaya diminta untuk terus waspada.

“Satu minggu ke depan ini kemungkinan masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, maka masyarakat di 40 distrik Jayawijaya, khususnya 21 distrik di bantaran Sungai Baliem, untuk tetap waspada,” ujarnya, Sabtu (3/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir telah mengakibatkan banjir dan tanah longsor di 34 distrik, memaksa warga mengungsi akibat bencana tersebut.

Berdasarkan analisis fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal, potensi hujan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih cukup tinggi di seluruh wilayah Papua Pegunungan hingga tujuh hari mendatang.

“Selama tujuh hari ke depan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi, sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Raka.

Ia memaparkan bahwa kondisi cuaca di Jayawijaya atau Papua Pegunungan secara umum dipengaruhi oleh berbagai faktor global, regional, dan lokal.

“Ada beberapa faktor skala global dan regional yang saat ini memengaruhi cuaca di Jayawijaya sehingga meningkatkan curah hujan, di antaranya El Nino yang kini berada di fase netral dan tidak berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan di wilayah Papua Pegunungan,” katanya.

Selain itu, faktor Osilasi Madden-Julian (MJO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) juga berada di fase netral dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pembentukan awan hujan.

“Saat ini terdapat bibit siklon tropis di selatan Papua dekat Benua Australia. Bibit siklon 97S ini memicu terbentuknya pola putaran angin di selatan Papua sehingga menyebabkan perlambatan angin di wilayah Papua, khususnya Papua Pegunungan,” jelas Raka.

Ia menambahkan, kondisi ini memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan, dengan dampak yang dirasakan di Jayawijaya dan wilayah Papua Pegunungan secara umum.

“Siklon tropis ini kontribusinya sangat signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang memicu hujan sedang hingga lebat,” pungkasnya.

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular