WARTALENTERA-Sembilan juta mobil listrik diprediksi jejali jalan protokol di seluruh Indonesia pada 2030, didukung banyaknya brand baru yang menawarkan kendaraan eletrifikasi. Kemenperin juga mengurai fakta bahwa dalam triwulan pertama 2025, penjualan mobil listrik (BEV) untuk pertama kalinya jauh lebih tinggi dibandingkan mobil hybrid (HEV).
Tercatat, ada 16.535 unit mobil listrik yang terjual pada kuartal pertama tahun ini. Bahkan, Kemenperin memprediksi ada 9 juta pengguna kendaraan listrik pada 2030 ditambah dukungan 79 pabrik yang telah beroperasi saat ini di Indonesia.
Terlebih, seluruh pabrik tersebut mampu memproduksi lebih dari 2 juta unit kendaraan listrik per tahun. “Saat ini kita sudah mempunyai 7 industri bus listrik, 9 industri mobil listrik, dan 63 industri motor listrik. Tumbuhnya industri kendaraan listrik menunjukkan pasar kendaraan listrik di Indonesia sedang berkembang,” kata Menperin Agus Gumiwang dalam keterangan resminya, Kamis (8/5/2025).
Ia mengungkapkan, tujuh pabrik bus listrik bisa memproduksi 3.100 unit per tahun. Sementara sembilan pabrik mobil listrik memiliki kapasitas produksi 70.060 unit per tahun, dan 63 pabrik motor listrik mempunyai kapasitas produksi hingga 2,28 juta unit per tahun.
“Untuk itu kita sama-sama harus memastikan, produk-produk otomotif kita punya daya saing lebih tinggi. Sehingga akan memperkuat pasar kita di internasional melalui kualitas produk dan strategi yang tepat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, jumlah kendaraan listrik yang beredar di Indonesia hingga akhir 2024 mencapai 207 ribu unit. Angka tersebut naik 78 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menandakan semakin tinggi minat masyarakat menggunakan kendaraan listrik. (sic)


