WARTALENTERA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Bhayangkara pada 1 Juli 2025, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menilai Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berhasil mengaktualisasikan perannya sebagai pelayan rakyat.
“Polri berhasil aktualisasikan peran pelayan rakyat. Selamat Hari Bhayangkara Ke-79,” kata Habiburokhman dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa dalam Pasal 30 UUD NRI Tahun 1945, Polri disebut sebagai alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum. Menurutnya, frasa “menegakkan hukum” disebut terakhir, setelah “melindungi”, “mengayomi”, dan “melayani”.
“Jika mengacu pada norma konstitusi tersebut, maka jelas ekspektasi kita terhadap Polri sangatlah besar,” ujarnya.
Lebih jauh, Habiburokhman menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya menginginkan Polri yang profesional dalam penegakan hukum, melainkan juga yang berperan besar dalam kehidupan kebangsaan.
Ia mencontohkan bagaimana Polri menjadi salah satu pilar penting ketika Indonesia dilanda pandemi Covid-19 antara tahun 2019 hingga 2023. Bersama TNI dan tenaga kesehatan, Polri mengambil peran vital untuk menyelamatkan bangsa dari kekacauan dengan menjadikan kantor-kantor polsek sebagai sentra penanggulangan Covid-19.
“Anggota Polri dari pucuk pimpinan sampai tingkatan terendah terlibat secara terstruktur, sistematis, dan masif melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat menghadapi Covid-19,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai kegiatan seperti penyemprotan disinfektan, pembagian masker, vaksinasi, hingga distribusi sembako dilakukan oleh Polri hingga ke tingkat polsek.
Selain dalam penanganan pandemi, Habiburokhman juga menyoroti peran Gugus Tugas Polri dalam Ketahanan Pangan. Ia mengatakan, Polri di semua tingkatan—dari polsek, polres hingga polda—terlibat sebagai penggerak dan perekat organisasi nasional dalam mendukung ketahanan pangan, mengikuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Situasi saat ini Indonesia bahkan sudah di ambang swasembada jagung nasional. Presiden Prabowo tak sungkan menyebut Kapolri, Panglima TNI, dan beberapa menteri sebagai tokoh patriotik yang ada di sekitarnya,” ujarnya.
Dalam bidang penegakan hukum, Habiburokhman menilai telah terjadi arus besar reformasi internal Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Komisi III DPR RI, kata dia, mencatat Polri sebagai mitra paling responsif terhadap berbagai laporan dan keluhan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa meski masih ada keluhan terhadap perilaku oknum anggota Polri, jumlahnya terus menurun. Berbagai kebijakan terobosan pun dilakukan untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat secara cepat dan tuntas. “Kalau kita mau jujur, keluhan masyarakat soal perilaku oknum anggota Polri memang masih ada, tetapi jumlahnya terus menurun,” jelasnya.
Meski begitu, ia tetap mengingatkan bahwa tantangan Polri ke depan sangat besar. Ia berharap tingkat kepuasan masyarakat sejalan dengan ekspektasi publik terhadap Polri. “Dipuji tidak terbang, dicaci tidak tumbang, semangat terus institusi dan anggota Polri, lakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tutup Habiburokhman. (kom)


