WARTELENTERA – Tiga lokasi Sekolah Rakyat berbasis asrama di Kota Makassar akan mulai beroperasi pada 14 Juli 2025, sebagai bagian dari program nasional Kementerian Sosial RI untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis dan terintegrasi.
Kepala Sentra Wirajaya Makassar, Nur Alam, menyebutkan bahwa ketiga titik tersebut akan menampung jenjang pendidikan SMP dan SMA, masing-masing dengan kapasitas 150 siswa. Lokasi yang digunakan sementara adalah Sentra Wirajaya Makassar untuk SMP, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Makassar, serta Gedung BPSDM Sulsel untuk SMA.
“Jadi Senin (14/07) itu, kita akan mulai aktivitas di Sekolah Rakyat dengan memanfaatkan gedung sementara. Mulai dari perkenalan Sekolah Rakyat ke orang tua siswa, hingga perkenalan tenaga pengajar,” ujar Nur Alam, Jumat (11/7/2025).
Pengoperasian ini merupakan bagian dari peluncuran serentak di 63 titik nasional, termasuk 15 titik di Sulawesi Selatan, dan tiga titik di Kota Makassar. Sekolah Rakyat ini menggunakan sistem asrama, dengan 150 siswa yang diterima terdiri dari 100 laki-laki dan 50 perempuan. Seluruh kebutuhan siswa selama masa pendidikan ditanggung oleh Kementerian Sosial, termasuk makan tiga kali sehari, dua kali snack, seragam sekolah, serta alat tulis.
Program ini dirancang untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan proses asesmen ketat yang dilakukan sebelum penerimaan. Tahapan seleksi mencakup pengecekan data dan kunjungan rumah guna memastikan calon siswa benar-benar memenuhi kriteria.
“Asesmen ini sangat penting, karena kami juga mendapati pendaftar yang tidak tergolong miskin. Tentu ini juga harus diperhatikan agar peruntukan Sekolah Rakyat tepat guna,” ujar Nur Alam.
Ke depan, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Makassar akan dilakukan di Kelurahan Untia, yang akan mengakomodasi jenjang SD, SMP, hingga SMA secara terintegrasi. “Sembari menunggu gedung patennya selesai, kita memanfaatkan fasilitas Kemensos yang ada. Sekolah Rakyat segera hadir sesuai alasan utama Presiden Prabowo bahwa kemiskinan harus segera ditangani,” tambahnya. (kom)


