WARTALENTERA-Nakhoda KM Sueisan gercep minta bantuan, 10 WNA (warga negara asing) berhasil diselamatkan tim SAR Padang, usai terjadi kebocoran lambung KM Sueisan Indo Satu di perairan Pulau Sinyamuk, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Jumat (25/7/2025) malam. Kapal tengah berlayar dari Muara Padang menuju Pulau Sikakap, Kepulauan Mentawai, ketika tiba-tiba terasa ada kebocoran di lambung kapal.
Nakhoda langsung meminta bantuan kapal terdekat dan tim SAR. Total ada 16 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Mereka terdiri atas 10 WNA dan 6 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia. Berdasarkan informasi dari nakhoda KN SAR Yudhistira, Ilham lokasi kejadian berada sekitar 25 mil laut dari Dermaga Bungus Teluk Kabung.
Proses evakuasi berlangsung sejak Sabtu dini hari setelah SAR menerima laporan pukul 02.57 WIB dari SROP Teluk Bayur. Berikut identitas 10 WNA yang selamat dalam insiden tersebut:
1. David Geoffrey Reeva (49) – Warga negara Australia
2. James Leo Mullins (40) – Australia
3. Matheus de Siguera Igleslas (37) – Australia
4. Dane Peter Lance (45) – Australia
5. Sebastian Brose (35) – Australia
6. Michael James Jhon (37) – Australia
7. Peter James Stanton (37) – New Zealand
8. Paul Le Roux (48) – Prancis
9. Kyle Grand Davis (28) – Amerika Serikat
10. Brigitte Romero Pounte (36) – Peru
KM Sueisan Indo Satu, kapal berbobot 79 GT dan panjang 23,18 meter, mengalami kebocoran sekitar pukul 23.55 WIB. Menyadari adanya masalah, awak kapal segera meminta bantuan ke kapal terdekat.
“Kapal LPGC Gas Venus yang saat itu berada sekitar 5 mil laut dari lokasi langsung memberikan bantuan awal kepada penumpang,” ujar Ilham, Sabtu (26/7/2025).
Setelah menerima laporan kapal bocor, Basarnas Padang mengerahkan KN SAR Yudhistira 227 dengan 10 personel gabungan (8 kru KN + 2 Polairud). Tim bergerak pukul 03.15 WIB dan tiba di lokasi pukul 04.50 WIB.
Dari hasil penyelamatan, 10 WNA langsung dievakuasi ke Pelabuhan Bungus Padang. Sementara itu, 6 ABK asal Indonesia tetap berada di lokasi kejadian untuk memperbaiki kerusakan dengan bersandar sementara di Pulau Marak.
Seluruh WNA tiba di pelabuhan pukul 07.25 WIB dan menjalani proses debriefing satu jam kemudian. Karena semua penumpang dalam keadaan aman, operasi SAR resmi diusulkan ditutup. (sic)


