WARTALENTERA – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyatakan bahwa stabilitas perekonomian Indonesia masih tetap terjaga baik. Bendahara negara itu bahkan memperkirakan perekonomian Indonesia hingga akhir tahun ini akan berkisar 5,1 persen.
Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2024).
“Ditengah dinamika tersebut perekonomian Indonesia masih tetap terjaga baik. Perekonomian domestik kita pada triwulan III diperkirakan tumbuh di atas 5 persen sampai dengan September. BPS akan segera mengeluarkan (pengumuman) bulan depan,” kata Sri Mulyani.
Mantan Managing Director dan COO Bank Dunia ini juga mengungkapkan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pun disebut masih positif, khususnya pada kelas menengah atas. Terjaganya konsumsi, menurutnya, terjadi ditengah masalah kondisi geopolitik global.
Tak hanya itu, Sri Mulyani juga menyebut pertumbuhan investasi yang meningkat seiring dengan banyaknya penyelesaian program proyek strategis nasional. Sektor manufaktur dan perdagangan tetap jadi penopang utama pertumbuhan ekonomi seiring daya beli terjaga dan peningkatan nilai tambah.
“Terutama dengan terjaganya permintaan domestik dan langkah-langkah reformasi struktural,” ujar Sri Mulyani.
“Kami memperkirakan pertumbuhan hingga akhir tahun mencapai 5,1 persen. Untuk 2025, sesuai dengan pembahasan APBN perkiraan pertumbuhan ekonomi terjaga di level 5,2 persen secara year on year (yoy),” ucap menambahkan.
Proyeksi perekonomian itu disampaikan Sri Mulyani setelah melakukan rapat terakhir dengan anggota KSSK lain. Diantaranya Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Ketua Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (inx)


