warta lentera great work
spot_img

Gempa Susulan Masih Terjadi, Warga Bekasi Masih Trauma

Sebuah musala roboh akibat gempa kemarin.

WARTALENTERA-Gempa susulan masih terjadi, warga Bekasi masih trauma. Bekasi kembali diguncang gempa dengan magnitudo 3,3, Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 06.05 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan episenter gempa ini berada di koordinat 6,4 derajat lintang selatan dan 107,27 derajat bujur timur. Pusat gempa berada di sekitar 16 kilometer arah tenggara Kabupaten Bekasi pada kedalaman 10 kilometer.

“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG melalui akun X resminya @infoBMKG. Belum ada laporan kerusakan maupun korban dampak dari gempa tersebut.

Sebelumnya diberitakan, gempa dengan magnitudo 4,9 mengguncang Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8/2025) sekitar pukul 19.54 WIB, mengakibatkan sejumlah bangunan rusak. Getaran gempa terasa kuat di Bekasi dan daerah sekitarnya, termasuk Jakarta.

Hingga Kamis dini hari, warga masih merasakan gempa susulan. Musala di Kampung Walahar RT 015/RW 006, Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ambruk akibat diguncang gempa dengan magnitudo 4,9 pada Rabu (20/8/2025) malam. Kerusakannya mencapai 95 persen.

Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam bencana itu, namun banyak warga panik. Saat gempa terjadi, sebagian besar warga di Sukabungah sedang berada di dalam rumah.

Guncangan bumi membuat panik warga hingga berhamburan keluar rumah. “Kebetulan saya waktu terjadi gempa itu lagi nonton pertandingan sepak bola. Pas itu kaget sekali saya sampai berhamburan keluar,” kata Saprudin (51), seorang warga Sukabungah, Kamis (21/8/2025) dini hari.

Bahkan, sang istri sempat menangis histeris lantaran khawatir gempa yang cukup besar terasa goncangannya itu dapat menimbulkan korban. Pasalnya, musala yang berada tak jauh dari rumahnya itu terlihat langsung ambruk akibat gempa tersebut.

“Perasaannya cukup takut sekali, pak. Rata-rata takut, para perempuan rata-rata hampir nangis-nangis. Kalau gempa susulan tadi saya rasa dua kali, Ya lumayan cukup terasa, gitu. Terjadi getaran dua kali tadi,” sebutnya.

Saat ini, sebagian warga terutama yang rumahnya permanen dengan kontruksi coran, masih merasa ketakutan khawatir adanya gempa susulan memilih untuk mengungsi ke sejumlah tempat yang dirasa aman. Sementara itu dilokasi yang sama, Kapolsek Cibarusah AKP Widi Muldiyanto mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melakukan pembersihan puing sisa bangunan yang ambruk dengan alat seadanya.

“Setelah kami mendapat informasi dari masing-masing wilayah dari Kecamatan Bojongmangu, yang terdampak hanya musala yang didata dari Desa Bojongmangu sampai dengan wilayah di Sukabunga ini,” ujarnya. Beruntung, saat gempa terjadi, tidak ada aktivitas di dalam musala sehingga tak ada korban luka.

Widi menambahkan, gempa juga mengakibatkan sejumlah rumah warga di Kecamatan Bojongmangu mengalami keretakan pada bagian dinding tembok. Jumlahnya masih didata. (sic)

 

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular