WARTALENTERA – Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa tiga pelajar sebagai saksi dalam kasus penyerangan terhadap anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) RW 05, Kelurahan Petojo Utara, Jakarta Pusat.
“Kami sedang menelusuri jejak digital dan mengumpulkan bukti lainnya, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi. Akun-akun media sosial juga sedang dianalisis bersama tim IT,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir, Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Dimmas Adhit Putranto di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Menurut Dimmas, ketiga remaja itu telah dimintai keterangan dan masih berstatus sebagai saksi. Mereka diketahui aktif di media sosial serta terlibat dalam komunikasi yang memicu pertemuan antarkelompok.
Ia menegaskan, kasus penyerangan ini masih dalam tahap penyelidikan, dan hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga terus mengembangkan informasi terkait kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung. Polisi membuka peluang adanya penambahan saksi maupun pengembangan status hukum, bergantung pada hasil pemeriksaan lanjutan.
Dimmas mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka baik secara langsung maupun melalui media sosial. “Orang tua perlu terlibat aktif mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai media sosial digunakan sebagai alat untuk hal-hal negatif, seperti tawuran, karena dampaknya bisa fatal, bagi diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang anggota Linmas RW 05, Kelurahan Petojo Utara, bernama Mahmudin, kehilangan tangan kirinya akibat bacokan saat terjadi tawuran. “Hari ini, korban sedang berada di RS Tarakan untuk tindakan amputasi. Kami sudah melapor sejak hari pertama. Tapi sampai sekarang belum ada kabar dari polisi. Keluarga berharap pelaku segera ditangkap,” kata kakak korban, Syaban, Selasa (26/8/2025).
Peristiwa itu terjadi pada 26 Juli 2025 sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan KH Hasyim Ashari, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat. Saat itu, Mahmudin sedang berjaga di pos keamanan untuk memastikan anak-anak tidak keluar rumah dan mencegah warga ikut terlibat tawuran. (kom)


