WARTALENTERA – Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa aksi demonstrasi mahasiswa dan buruh pada dasarnya murni untuk menyampaikan aspirasi.
Meski begitu, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ke-33 itu mengingatkan adanya kemungkinan pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi hingga menimbulkan kericuhan.
“Saya punya keyakinan bahwa mereka itu pasti hanya menyampaikan aspirasinya. Namun kan ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi,” ujar Dudung saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/9/2025), untuk memenuhi undangan rapat bersama Presiden Prabowo.
Dudung menegaskan, identifikasi soal siapa dalang kericuhan bukan kewenangannya, melainkan tugas aparat kepolisian. “Kalau saya hanya dengar-dengar, tapi kan tidak bisa kita pertanggungjawabkan. Yang lebih tahu adalah kepolisian,” katanya.
Saat ditanya apakah pihak yang dimaksud berasal dari dalam negeri atau luar negeri, Dudung tidak menutup kemungkinan kedua-duanya. “Bisa jadi dari dalam, maupun dari luar,” ujarnya. (kom)


