WARTALENTERA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sudah ada 62 kasus Super Flu atau Influenza A H3N2 subclade K di Indonesia hingga 25 Desember 2025. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, super flu terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI yang ada di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” kata Prima yang dikutip Warta Lentera, Kamis (1/1/2026).
Dijelaskan, dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan saat ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.
Sementara itu Dokter spesialis paru RS Paru Persahabatan Agus Dwi Susanto menjelaskan bahwa infeksi super flu subclade K bisa memiliki gejala yang lebih berat daripada influenza biasa.
“(Varian) subclade K memiliki gejala-gejala yang lebih parah,” kata Agus pada Selasa (30/12/2025).
Berikut beberapa gejala super flu subcale K:
• Nyeri otot berat
• Demam tinggi 39-41 derajat Celcius
• Lemas ekstrem
• Sakit kepala
• Sakit tenggorokan
• Batuk kering
Meski sudah ditemukan subclade K belum mendominasi total kasus influenza di Indonesia. Namun, Prima mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap gejala subclade K yang dinilai lebih berat dibanding flu biasa.
Berikut beberapa tindakan mencegah menularkan dan terkena Super Flu subclade K:
– Menjaga stamina tubuh dengan makan minum cukup dan bergizi
– Istirahat yang cukup
– Olahraga
– Jaga kebersihan lingkungan
– Cuci tangan dengan teratur
– Pakai masker bila kontak dengan penderita atau di keramaian
– Vaksinasi influenza
– Bila sakit flu, jangan batuk, bersin sembarangan
– Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin
(inx)


