WARTALENTERA – Acara Halalbihalal di SMK Ma’arif NU 01 Limpung, Batang, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Gema gelak tawa dan obrolan hangat memecah kesunyian halaman sekolah yang selama dua minggu sebelumnya kosong karena libur Idul Fitri.
Pada Selasa (31/3/2026), ribuan siswa kembali menginjakkan kaki di sekolah, bukan hanya untuk belajar, melainkan untuk merayakan tradisi Halalbihalal dalam suasana yang penuh keceriaan. Lebih dari 1.500 partisipan yang terdiri dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan tumpah ruah dalam momen tersebut.
Momen Halalbihalal terasa kian spesial dengan kehadiran perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN), yang sekaligus menandai dimulainya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayati, yang akrab disapa Hida, hadir membawa pesan penting. Baginya, Halalbihalal kali ini bukan sekadar seremoni saling memaafkan.
“Momentum Halalbihalal adalah kesempatan kita untuk memperkuat kebersamaan dan memulai kembali segala sesuatunya dengan semangat yang lebih baik,” ujar Hida di hadapan para siswa.
Hida menekankan bahwa masa sekolah adalah fase krusial dalam membentuk karakter dan mengejar mimpi. Namun, kecerdasan saja tidak cukup, menjaga pola makan bergizi adalah kunci utama agar siswa mampu menjaga fokus dan stamina dalam meraih cita-cita.
“Selain belajar, menjaga kesehatan melalui pola makan bergizi sangat menentukan kemampuan belajar, fokus, dan kesiapan meraih cita-cita,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, BGN juga memberikan apresiasi khusus kepada SPPG Batang Limpung. Dukungan aktif mereka terhadap program gizi di sekolah dinilai sebagai langkah nyata dalam menyiapkan generasi emas.
“Dengan asupan yang baik dan bergizi, adik-adik dapat belajar lebih fokus dan bersemangat. Gizi yang baik mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya bagi masa depan sangat luar biasa,” jelas Hida dengan nada optimistis.
Suasana semakin hidup saat para siswa diajak berinteraksi secara aktif. Tak ada kesan kaku, para siswa justru antusias bertanya seputar pola makan seimbang. Halalbihalal ini pun berubah menjadi ruang diskusi yang edukatif, di mana kesehatan dan gizi ditegaskan sebagai tanggung jawab kolektif—baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.
Hida juga membagi tips praktis yang bisa diterapkan sehari-hari oleh para remaja. “Mulai dari memilih makanan bergizi, menjaga porsi makan, hingga mengonsumsi air putih yang cukup, semua hal kecil ini akan berdampak besar pada kesehatan dan kesiapan belajar kalian,” ujar Hida.
Di akhir acara, Hida kembali mengingatkan pentingnya pemahaman gizi bagi para siswa. “Kami berharap adik-adik tidak hanya menikmati kegiatan hari ini, tetapi juga semakin memahami nilai gizi dalam setiap makanan yang dikonsumsi. Asupan yang seimbang akan membantu kalian tetap sehat, fokus belajar, dan siap meraih prestasi di sekolah maupun di masa depan,” tutupnya. (inx)


