warta lentera great work
spot_img

Target 50 Emiten Baru Tahun Ini, 11 Korporasi Skala Besar Siap Melantai di Bursa

Total 15 perusahaan antre IPO hingga akhir April 2026.

WARTALENTERA-Target 50 emiten baru tahun ini, 11 korporasi skala besar siap melantai di bursa. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 11 perusahaan skala besar siap melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Secara total, terdapat 15 perusahaan yang masuk dalam antrean IPO hingga akhir April 2026.

 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pipeline IPO tersebut terdiri atas perusahaan dengan berbagai sektor strategis. “Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (4/5/2026).

 

Dari jumlah tersebut, 11 perusahaan masuk kategori aset besar dengan nilai di atas Rp250 miliar. Sementara empat lainnya merupakan perusahaan beraset menengah dengan kisaran Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

 

Klasifikasi tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017. Secara sektoral, antrean IPO didominasi sektor kesehatan, barang konsumen primer, dan barang konsumen nonprimer yang masing-masing menyumbang tiga perusahaan.

 

Selain itu, terdapat dua perusahaan dari sektor infrastruktur dan dua dari sektor teknologi. Sementara masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor energi dan keuangan.

 

Hingga 30 April 2026, baru satu perusahaan yang berhasil melangsungkan IPO dengan dana terhimpun sebesar Rp302,4 miliar. Secara keseluruhan, jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia mencapai 957 emiten.

 

BEI menargetkan sebanyak 50 perusahaan dapat melantai di bursa sepanjang 2026. Selain IPO, aktivitas pasar modal juga tercermin dari penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).

 

BEI mencatat terdapat 54 emisi dari 35 penerbit dengan total dana terhimpun Rp58,9 triliun. Sementara itu, terdapat 47 emisi dari 33 penerbit yang masih berada dalam antrean penerbitan EBUS.

 

Untuk aksi rights issue, hingga akhir April 2026 tercatat tiga perusahaan telah melakukan aksi korporasi tersebut dengan total nilai Rp3,75 triliun. Saat ini, satu perusahaan sektor properti juga tengah berada dalam antrean rights issue. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular