warta lentera great work
spot_img

Korban Jiwa Bus ALS yang Terbakar Bertambah Jadi 18 Orang

Bus ALS tabrak truk BBM di Sumsel hingga terbakar.

WARTALENTERA-Korban jiwa Bus ALS yang terbakar bertambah jadi 18 orang. Jumlah korban tewas dalam kecelakaan maut Bus Antarlintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kembali bertambah menjadi 18 orang.

 

Penambahan jumlah korban jiwa terungkap setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan menemukan potongan tubuh lain yang sebelumnya belum teridentifikasi dalam proses pemeriksaan awal.

 

Selain itu, satu korban bernama M Tahrul Hubaidi (31) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama dua hari di RSUD Rupit. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Susanto mengatakan, hingga Sabtu (9/5/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan Bus ALS di Muratara mencapai 18 orang.

 

“Total jumlah korban jiwa hingga hari ini bertambah menjadi 18 orang,” ujar Kombes Pol Budi Susanto kepada wartawan. Menurut Budi, pada tahap awal evakuasi, tim menerima 16 kantong jenazah dari lokasi kecelakaan maut tersebut.

 

Namun, setelah proses identifikasi lebih mendalam dilakukan, ditemukan bahwa salah satu kantong jenazah ternyata berisi bagian tubuh dari dua korban berbeda. “Tim DVI hanya berfokus pada identifikasi. Setelah dirilis, ada 16 kantong jenazah. Namun, setelah dilakukan pendalaman, ternyata terdapat 17 jenazah yang dimasukkan ke dalam 16 kantong jenazah yang dikirim ke RS Bhayangkara,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan, temuan itu bermula ketika petugas menemukan dua potongan tubuh yang saling menempel pada bagian ketiak sehingga awalnya diduga berasal dari satu korban yang sama. “Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dicurigai kalau itu bukan bagian tubuh dari korban yang sama. Ternyata berbeda,” imbuhnya.

 

Budi menyebut kondisi potongan tubuh tersebut sangat kecil dan rusak parah sehingga menyulitkan proses identifikasi. Bahkan, tim forensik belum dapat memastikan jenis kelamin korban.

 

“Temuan satu body part tersebut diduga anak-anak yang mungkin usianya di bawah 5 tahun,” jelasnya. Dengan temuan tersebut, jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan Bus ALS dan truk tangki BBM di Muratara bertambah menjadi 18 orang.

 

Perinciannya, yakni 17 korban ditemukan meninggal di lokasi kejadian dan satu korban meninggal saat menjalani perawatan medis. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Trisnawarman mengatakan M Tahrul Hubaidi meninggal dunia akibat luka bakar sangat berat yang mencapai hampir 99% di sekujur tubuhnya.

 

Selain Tahrul, dua korban selamat lainnya, yakni Ngadiono dan Jumiatun masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar berat mencapai 80% hingga 89%. “Kondisi pasien saat ini tekanan darahnya 110, saturasi oksigen 100%, tetapi masih menggunakan ventilator,” ujarnya.

 

Menurut Trisnawarman, kedua pasien sengaja dibuat dalam kondisi tertidur selama masa perawatan guna mengurangi rasa sakit akibat luka bakar di hampir seluruh tubuh. Ia menambahkan, korban bernama Jumiatun telah dirujuk ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang menggunakan ambulans ICU lengkap dengan ventilator serta pengawalan kepolisian.

 

Proses rujukan dilakukan melalui jalur darat karena kondisi banjir di wilayah Muratara dikhawatirkan memicu gangguan listrik yang berpotensi membahayakan pasien yang bergantung pada alat bantu medis. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular