WARTALENTERA – Korban jiwa letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Laporan terakhir pukul 13.30 WIB, korban meninggal dunia akibat letusan gunung bertambah menjadi 10 orang.
“Jumlah korban meninggal akibat letusan Gunung Lewotobi sebanyak 10 orang. Korban meninggal ini yang sudah dievakuasi dari puing-puing bangunan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Flores Timur Fredy Moat Aeng, melansir Antara, Senin (4/11/2024).
Fredy yang masih akan berada di lokasi kejadian untuk membantu evakuasi mengatakan, proses pencarian korban pada puing-puing bangunan yang hancur tertimpa batu-batuan dari puncak Gunung Lewotobi masih terus berlangsung. Menurut dia, korban meninggal dunia umumnya karena tertimpa batu berukuran besar dari puncak gunung dan menembus atap rumah warga.
Ia menyebut, belum dapat dipastikan kerugian atau kemungkinan adanya korban jiwa lainnya, akibat kejadian tersebut. Karena para petugas masih fokus melakukan pencarian korban pada bangunan-bangunan yang rusak.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status gunung api Lewotobi Laki-laki dari level III siaga ke level IV awas mulai 3 November 2024 pukul 24.00 WITA. Kepala PVMBG Prihatin Hadi Wijaya menjelaskan, kenaikan status tersebut berdasarkan hasil evaluasi perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki sejak 23 Oktober sampai 3 November 2024.
“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan, sehingga tingkat aktivitas gunung api Lewotobi Laki-laki dinaikkan dari level III siaga menjadi level IV awas, terhitung mulai tanggal 3 November 2024 pukul 24.00 WITA,” ujarnya, sebelum erupsi terjadi.
Bantuan Korban Terdampak Mulai Mengalir
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan, bantuan logistik dari Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini sudah meluncur guna membantu penanganan korban dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Mereka telah mengirimkan bantuan dari gudang logistik di Sentra Efata di Kupang dan tim dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke lokasi terdampak.
“Saat ini yang utama adalah evakuasi korban. Tim Tagana sudah ada di lokasi membantu evakuasi dan pencarian korban. Bersamaan pula bantuan logistik juga kami luncurkan,” kata Mensos Gus Ipul kepada wartawan, melalui rilis resminya, Senin (4/11/2024).
Bantuan tersebut, berupa 1.500 paket makanan siap saji dan 1.000 paket makanan anak. Selain itu, Kemensos juga mulai menyediakan kebutuhan pangan berupa dapur umum.
Sementara itu, untuk bantuan non-pangan, pihaknya juga telah mendistribusikan 400 lembar kasur, 500 lembar selimut, serta 300 paket family kit dan kids ware. Ia menambahkan, pihaknya telah menyalurkan 300 paket sandang dewasa dan anak, 400 lembar tenda gulung, 40 unit velbed, 10 unit tenda serbaguna, serta 2 unit toilet portable guna mendukung kebutuhan tempat tinggal dan sanitasi yang memadai bagi masyarakat terdampak.
Saat ini, pihaknya telah menentukan tiga titik evakuasi sehingga Tim tagana pun turut bergabung dalam titik-titik evakuasi tersebut. Untuk bantuan logistik, ia menyebutkan Kemensos memiliki lumbung sosial di Kecamatan Ilebura yang berjarak 2 km dari lokasi.
Lumbung sosial tersebut telah rutin menyalurkan kebutuhan penanganan sejak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki tahun lalu. Guna membantu ketersediaan bantuan di lumbung Ilebura, Kemensos juga telah mendorong bantuan dari gudang-gudang dinas sosial di sekitar Flores Timur.
Tak hanya itu, bantuan logistik dari Sentra Efata milik Kemensos juga telah disiagakan guna membantu penanganan kebutuhan logistik di lokasi bencana. (sic)


