warta lentera great work
spot_img

Banjir Bandang Terjang Blitar, Dua Rumah Hanyut dan Makam Rusak

BPBD Kabupaten Blitar salurkan bahan pokok, terpal, dan perlengkapan bersih-bersih kepada warga terdampak.

WARTALENTERA – Dua rumah warga hanyut, usai roboh diterjang banjir bandang, di Desa Sambigede, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2024). Selain itu, 25 rumah warga di Desa Sambigede juga terendam banjir setinggi satu sampai dua meter.

“Sejak Sabtu sore hujan deras di sini. Sedangkan banjir bandang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Air bercampur meterial pohon, sampah, dan lumpur menerjang permukiman warga,” kata tokoh masyarakat Desa Sambigede, Hermawan, dikutip Senin (2/12/2024).

Banjir disertai tanah longsor yang melanda Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengakibatkan kerusakan di sembilan desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap dampak bencana ini.

Bahkan, Tempat pemakaman umum (TPU) di Desa Birowo, Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar, rusak. Puluhan makam itu porak-poranda dampak diterjang banjir bandang. Beberapa jenazah, menurut beberapa warga, ikut hanyut.

“Benar, ada sejumlah makam yang rusak di Dusun Kalijinggo Desa Birowo. Karena hujan deras selama 3 hari, kemudian menyebabkan porak poranda kijing dan nisan di TPU,” kata Kasun Kalijinggo Desa Birowo, Imam Mahfud kepada wartawan, Senin (2/12/2024).
Menurutnya, ada beberapa jenazah yang ikut hanyut saat banjir. Namun, Mahmud mengaku tidak mengetahui jumlah pasti jenazah yang hanyut.
“Ada (jenazah) yang hanyut, ada beberapa warga yang bilang. Tapi belum tahun berapa (jumlahnya),” imbuhnya.
Saat ini, warga masih berupaya membersihkan sisa-sisa banjir di rumah masing-masing. Termasuk membersihkan rumah, kijing makam, dan sebagainya.
“Iya (diperbaiki) bergotong-royong dengan lingkungan sekitar. Termasuk rumah, kijing makam dan sebagainya,” terangnya.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto mengaku telah mendata kerusakan akibat bencana hidrometeorologi itu.

“Beberapa rumah mengalami kerusakan parah. Di antaranya, rumah Nyemin di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, yang bagian dapurnya hancur akibat longsor. Nyemin mengalami luka ringan pada kaki akibat tertimpa reruntuhan bangunan,” ulasnya.

Sementara itu, di Kecamatan Selorejo, dinding Kantor Kecamatan Selorejo longsor dan menimpa bangunan SMK Selorejo dengan volume longsoran mencapai panjang 25 meter. Di Kecamatan Wlingi, longsor menutupi jalan utama penghubung Dusun Sirah Kencong dan Dusun Sumberarum.

Jalan tersebut kini telah dibersihkan dan bisa dilalui kendaraan. BPBD Kabupaten Blitar telah mengerahkan personel untuk melakukan asesmen dan pembersihan, dibantu oleh TNI, Polri, dan relawan.

Bantuan berupa bahan pokok, terpal, dan perlengkapan keluarga telah disalurkan kepada warga terdampak. “Kami juga berkoordinasi dengan perangkat desa untuk penanganan lebih lanjut dan menyiapkan lokasi pengungsian untuk antisipasi hujan intensitas tinggi ke depan,” jelas Ivong.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. (sic)
RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular