WARTALENTERA – Jhony Saputra, putra crazy rich Kalimantan, Haji Isam, kembali menyita perhatian publik. Hal ini terjadi setelah ia dikabarkan menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) di perusahaan PT Jhonlin Agro Raya (PT JAR) di usianya yang masih muda: 21 tahun.
Pencapaian Jhony Saputra sebagai Komut di usia mud aini juga viral di berbagai platform media sosial. Selain di PT JAR, Jhony juga memiliki posisi penting di PT Araya Agro Lestari, PT Citra Agro Raya, PT Surya Mega Adiperkasa, hingga PT Modal Harapan Bangsa.
Tak heran jika rasa penasaran publik kembali mencuat dan ingin tahu segala hal tentang Jhony Saputra, terutama jumlah kekayaan yang dimilikinya. Publik juga penasaran dengan latar belakang, pendidikan, dan peran Jhony dalam perusahaan keluarganya yang mendominasi sektor sawit dan tambang di Indonesia.
Selepas SMA langsung menekuni bisnis
Bisa dibilang, Jhony Saputra merupakan anak millenium yang lahir pada 2000. Ia menyelesaikan pendidikan terakhirnya di SMA Al Azhar Jakarta Selatan pada 2018. Dirinya tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas, tapi langsung terjun ke dunia bisnis mengikuti jejak ayahnya, Haji Isam.
Sang ayah yang bernama lengkap Samsudin Andi Arsyad atau yang lebih akrab disapa Haji Isam, dulunya adalah pekerja kasar dibidang perkayuan. Namun saat ini, Haji Isam memiliki bisnis perkebunan kelapa sawit dan tambang batu bara di Kalimantan Selatan.
Dengan latar belakang keluarga yang kuat, Jhony mendapatkan dukungan penuh untuk mendalami sektor bisnis keluarga. Jhony resmi menjabat sebagai Komisaris Utama PT Jhonlin Agro Raya sejak 2022. Perusahaan ini bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 4 Agustus 2022.
Kepercayaan yang diberikan kepada Jhony di usia muda menegaskan peran pentingnya dalam memastikan kesuksesan dan stabilitas perusahaan. Peran ini juga menjadi sorotan, mengingat kapasitasnya yang luar biasa sebagai pemimpin muda.
Memiliki harta kekayaan yang fantastis
Total kekayaan Jhony bersama saudaranya Liana Saputri diperkirakan mencapai Rp5,08 triliun. Jhony juga memiliki aset tambahan berupa properti mewah milik keluarganya, termasuk rumah di Batu Licin yang luasnya mencapai 20 hektare. Selain itu, koleksi kendaraan dan investasi lain semakin menambah nilai kekayaannya.
Selain PT Jhonlin Agro Raya, keluarga Jhony juga memiliki Jhonlin Group, yang bergerak di berbagai sektor seperti perkapalan, transportasi udara, dan perkebunan. Diversifikasi ini membantu keluarga tetap stabil dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Peran Haji Isam sebagai pendiri grup ini menjadi pondasi bagi generasi berikutnya, termasuk Jhony, untuk melanjutkan dan mengembangkan bisnis dengan strategi yang relevan dengan zaman.
Nama Jhony menjadi trending di media sosial setelah banyak warganet yang membandingkan dirinya dengan remaja seusianya. Keberhasilannya ini mengundang diskusi, baik yang mendukung maupun mempertanyakan privilege yang ia miliki.
Meskipun demikian, pencapaian Jhony menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk mengembangkan potensi dan keterampilan, terutama dalam bidang bisnis.
Bersama Liana Saputri
Saudara Jhony Saputra yakni Liana Saputri yang juga memiliki saham besar di PGUN. Saham keduanya ini diketahui menjadi kepemilikan langsung yang terbesar.
Selain itu, Liana Saputri turut dipercaya menjadi Komisaris Utama PGUN. Apabila dihitung, total kekayaan Jhony Saputra dan saudaranya dari kepemilikan saham di PGUN tersebut dapat mencapai Rp 5,08 triliun.
Jumlah itu diperoleh dari perhitungan status pemegang saham dua perusahaan, yakni PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya. Adapun sejak 2020, PGUN yang bergerak di bidang kelapa sawit ini sudah melantai.
Saat penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), PGUN ditawarkan harga Rp115 dan mengumpulkan dana publik Rp103,50 miliar. Lalu, nama Haji Isam tak muncul dalam IPO dan digantikan anaknya. (inx)


