WARTALENTERA-Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak generasi muda menjadi pelopor politik rasional dan bertanggung jawab di tengah merebaknya post-truth politics dan derasnya arus informasi palsu yang semakin sulit dibedakan di era kecerdasan buatan.
Ajakan ini disampaikan AHY saat meluncurkan Biru Muda Project di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (2/5/2025) malam.
Ia menekankan bahwa generasi muda perlu berperan aktif membangun politik yang membawa dampak positif serta menjauhi praktik politik identitas dan destruktif. “Politik harus berdampak, positive impact. Jangan justru masuk politik, malah menjadi pribadi yang buruk. Masuklah ke politik untuk jadi lebih baik, lebih bermanfaat,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/5/2025).
Menurut AHY, Partai Demokrat merupakan rumah besar bagi kalangan nasionalis dan religius lintas suku, agama, serta latar belakang. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antargenerasi di dalam partai, di mana para senior berperan sebagai mentor bagi kader muda.
Sebagai bentuk nyata komitmen regenerasi, AHY menunjuk dua kader muda untuk memimpin badan strategis partai: Rizki Aulia Natakusumah sebagai Kepala Badiklat dan Hillary Brigitta Lasut sebagai Kepala BPJK.
AHY menegaskan bahwa pengangkatan ini bukan hanya simbolis, melainkan langkah nyata untuk memberikan kepercayaan kepada generasi muda agar berjuang dengan idealisme.
“Human capital adalah aset utama bangsa. Demokrat harus hadir sebagai partai yang menyiapkan kader-kader unggul sejak dini. Politik bukan hanya soal strategi, tapi tentang membentuk karakter dan kesadaran untuk mengabdi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPJK DPP Partai Demokrat Hillary Brigitta Lasut berharap anak muda tidak ragu untuk terjun ke dunia politik. “Kita justru sebagai anak muda tidak boleh takut, kita punya energi banyak, kita harus berani mencoba, apalagi kalau di Demokrat, banyak senior dan mentor yang siap membimbing kita,” ujar Brigitta.
Salah satu penggagas Biru Muda Project, Teuku Agassi Revano Harsya, menjelaskan bahwa gerakan ini menjadi wadah bagi anak muda dari berbagai latar belakang untuk belajar politik yang sehat dan bertanggung jawab.
“Kami juga membutuhkan mentor dari senior-senior yang telah memiliki banyak pengalaman, agar kami bisa belajar dan berdampak bagi lingkungan sekitar kami,” kata Agassi.
Acara peluncuran ini turut dihadiri Ketua Umum Srikandi Demokrat Annisa Pohan, Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron, Bendum Irwan Fecho, Waketum Edhie Baskoro Yudhoyono, Menparekraf Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.


