warta lentera great work
spot_img

Catat Kenaikan Laba Impresif di Kuartal I-2025, SeaBank Kantongi Rp97 Miliar

Dibarengi pertumbuhan total aset sebesar 16 persen yoy, menjadi Rp37,4 triliun.

WARTALENTERA-SeaBank yang bernaung di PT Bank Seabank Indonesia mendulang kenaikan laba cukup impresif di kuartal I 2025. Laba bank digital yang terafiliasi dengan induk usaha Shopee itu, naik 88 persen menjadi Rp97 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp52 miliar.

Direktur Utama SeaBank, Sasmaya Tuhuleley, mengatakan, pertumbuhan ini tak terlepas dari bisnis yang melejit, seperti penyaluran kredit tumbuh double digit sebesar 36 persen yoy menjadi sebesar Rp25 triliun, dengan rasio NPL terjaga di angka 1,57 persen. “Pertumbuhan bisnis yang sehat harus diiringi dengan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya, dikutip Kamis (22/5/2025).

Seiring dengan pertumbuhan laba, total aset SeaBank juga tumbuh 16 persen yoy, menjadi Rp37,4 triliun, dibanding periode sama tahun sebelumnya, Rp34,6 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga tumbuh 10 persen yoy menjadi Rp27 triliun dengan komposisi CASA di level 66,78 persen, lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu 64,49 persen.

Untuk mendukung rencana pertumbuhannya, SeaBank senantiasa memastikan kecukupan permodalan dengan rasio kecukupan modal (CAR) di akhir kuartal I 2025 tercatat sebesar 24.62 persen. Di mana, rata-rata transaksi harian per 31 Maret 2025 sebanyak 5,9 juta transaksi dengan perputaran uang mencapai Rp3,5 triliun per hari.

Jumlah tersebut meningkat dari kuartal IV 2024. “Sejalan dengan pertumbuhan ini, SeaBank terus mendukung pemberdayaan perempuan di Indonesia dengan melakukan perluasan edukasi literasi keuangan khususnya untuk pelaku UMKM,” urainya.

Uji Coba KTA SeaBank

SeaBank juga mencatat penyaluran KTA atau Kredit Tanpa Agunan telah mencapai sekitar Rp1,5 triliun, meski masih dalam tahap uji coba (pilot). Sasmaya menjelaskan, bahwa KTA merupakan bagian dari strategi direct lending yang dikembangkan perseroan di luar kerja sama dengan mitra ekosistem.

Penyaluran KTA dilakukan kepada nasabah dengan riwayat transaksi yang baik dalam ekosistem digital SeaBank. “Jumlahnya sudah lumayan, mungkin sekitar Rp1,5 triliun. Ini masih pilot, tapi berjalan cukup baik karena ini hanya beberapa list yang kami tawari, belum secara terbuka,” bebernya.

Ia juga menegaskan, bahwa SeaBank tidak bermaksud bersaing langsung dengan program KUR (Kredit Usaha Rakyat), sebab segmen pasarnya berbeda. Menurutnya, direct lending SeaBank ditujukan untuk menjembatani nasabah menuju produk kredit yang lebih kompleks di lembaga keuangan lainnya.

Produk KTA SeaBank ini ditawarkan dengan plafon hingga sebesar Rp20 juta dan suku bunga 2 persen per bulan. Penawaran dilakukan secara terbatas dan selektif, dengan mempertimbangkan profil risiko dan riwayat nasabah di dalam sistem.

“Basisnya sebenarnya dari penabung-penabung user kami juga. Karena kami pernah sebut jumlah nasabah kami kan tinggi. Kami tawarkan cash loan kepada nasabah yang sudah punya record di kami,” paparnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya SeaBank melakukan diversifikasi sumber kredit. Setelah sebelumnya lebih dari 90 persen pembiayaan berasal dari ekosistem Shopee, kini perseroan menargetkan porsi diversifikasi sebesar 20 persen.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama SeaBank, Junedy Liu menyebut penyaluran kredit masih didominasi oleh Shopee, terdiri atas dua segmen utama yakni pay later dan cash loan. Adapun, masing-masing segmen menyumbang sekitar 40 persen dari total portofolio kredit, sementara sisanya berasal dari kemitraan dengan P2P lending, multifinance, dan pembiayaan produktif.

Ia menilai, produk direct lending seperti KTA mampu menjembatani kebutuhan nasabah yang ingin naik kelas ke produk pinjaman dengan tenor lebih panjang dan nilai lebih besar. SeaBank pun sedang menunggu persetujuan regulator sebelum meluncurkan produk ini secara luas.

“Kami tidak akan agresif saat launching. Kami mengarah ke nasabah yang memang sudah terbukti sejarahnya, agar prudent dari sisi manajemen risiko,” ulasnya. (sic)

 

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular