warta lentera great work
spot_img

Banjir Bandang Terjang Tenda Penambang Emas di Arfak, 15 Orang Tewas dan Empat Hilang

BNPB: Medan ekstrem dan cuaca dingin jadi penghalang utama evakuasi korban.

WARTALENTERA-Sebanyak 15 orang ditemukan tewas dan empat orang lainnya masih hilang dalam banjir bandang yang menerjang Kampung Jim, Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak. Tim gabungan masih melanjutkan upaya pencarian korban pascabencana banjir bandang yang hingga hari ini, Jumat (23/5/2025), para korban masih dalam pencarian oleh BPBD, Basarnas, TNI/POLRI, dan masyarakat setempat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 15 korban banjir bandang yang menerjang kawasan penambangan emas tradisional di Kampung Jim, Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Total 15 jenazah telah ditemukan secara bertahap sejak hari Minggu (18/5) hingga Rabu (21/5). Delapan di antaranya sudah teridentifikasi, sementara tujuh lainnya masih dalam proses identifikasi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Sampai saat ini, lanjutnya, masih ada empat orang yang dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, dan masyarakat setempat. Salah satu korban yang sempat dilaporkan hilang, Erik (25), ditemukan selamat di Kampung Kenyum dan dalam kondisi sehat.

Namun upaya pencarian korban lainnya masih terus dilakukan dengan berbagai kendala di lapangan. “Medan yang ekstrem, arus sungai deras, cuaca tidak menentu, serta keterbatasan alat dan jaringan komunikasi sangat menyulitkan proses evakuasi. Suhu yang sangat dingin di malam hari juga mempengaruhi stamina tim SAR,” ujar Abdul.

BNPB menyatakan, sejumlah kebutuhan mendesak saat ini adalah alat komunikasi dan penerangan, logistik untuk personel, alat pelindung diri (APD), perlengkapan tidur, kendaraan operasional, ambulans jenazah, bahan bakar, dan alat berat untuk menjangkau lokasi-lokasi sulit. “Pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait terus berkoordinasi guna memastikan operasi pencarian dan evakuasi berlangsung optimal,” imbuhnya.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi atau gambar korban yang belum terverifikasi dan mendukung upaya pencarian dengan memberikan akses serta data yang dibutuhkan. Banjir bandang terjadi pada Jumat (16/5/2025) malam sekitar pukul 21.00 WIT, usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama hampir tujuh jam sejak pukul 13.00 WIT.

Derasnya aliran air menghantam lokasi camp para penambang emas tradisional, menyeret tenda dan peralatan mereka. Dalam beberapa hari setelah kejadian, korban mulai ditemukan secara bertahap, yakni 1 orang pada Minggu (18/5/2025), 5 orang pada Senin (19/5/2025), 3 orang pada Selasa (20/5/2025), dan 5 orang pada Rabu (21/5/2025). (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular