Trump Sindir Iran: Tak Butuh Nuklir, Sudah Punya Minyak Melimpah

wartalentera.com
Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. (Dok. Antara)

WARTALENTERA–Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran tidak memerlukan energi nuklir karena negara tersebut memiliki cadangan minyak bumi yang sangat besar. Pernyataan ini ia sampaikan dalam wawancara dengan pembawa acara Fox News, Bret Baier, pada Jumat (16/5/2025).

"Nuklir baik-baik saja bagi negara yang tidak memiliki minyak," kata Trump, menekankan bahwa Iran justru memiliki salah satu cadangan minyak terkaya di dunia.

Baca juga: Lobi Islamabad, Iran Emoh Temui Utusan Trump

Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan membiarkan Teheran mengembangkan senjata nuklir, meskipun ia yakin Iran sebenarnya ingin membuat kesepakatan nuklir baru.

"Saya menggunakan perdagangan untuk menyelesaikan masalah dan menciptakan perdamaian," ujarnya.

Trump juga menambahkan bahwa Iran "akan sangat senang" jika kesepakatan baru berhasil tercapai, dan bahwa dirinya lebih menyukai solusi damai ketimbang menggunakan kekerasan dalam menangani ketegangan dengan Iran.

Dukungan Kongres AS untuk Hentikan Ambisi Nuklir Iran

Baca juga: Pendapatan Iran Tembus Rp258 Triliun Dari Selat Hormuz

Sebelum wawancara tersebut, lebih dari 200 legislator Partai Republik di Kongres AS menandatangani surat yang mendesak Trump untuk mencegah Iran mengembangkan program nuklirnya. Dalam surat tersebut, mereka juga menolak kemungkinan dibuatnya perjanjian baru dengan Iran yang menyerupai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

"Kami tidak dapat lagi membuat perjanjian lain yang memungkinkan Iran mengulur waktu, seperti yang dilakukan JCPOA," demikian bunyi pernyataan dalam surat tersebut.

Para anggota parlemen itu juga menegaskan bahwa pemerintahan AS memiliki dukungan penuh dari Kongres untuk memastikan bahwa kemampuan Iran dalam memperkaya uranium benar-benar dihentikan.

Baca juga: Langkah Blokade Selat Hormuz Gagal, 2 Kapal Perusak AS Hampir Hancur

“Rezim Iran harus tahu bahwa pemerintah memiliki dukungan Kongres AS untuk memastikan kemampuan mereka memperkaya uranium, seperti yang Anda katakan dalam wawancara Anda dengan Meet the Press, ‘benar-benar dilucuti’,” lanjut isi surat tersebut. (kom)

Editor : Yudha

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru