x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Lobi Islamabad, Iran Emoh Temui Utusan Trump

WARTALENTERA – Upaya damai antara Washington dan Teheran melalui lobi Islamabad merupakan babak yang yang penuh kecanggungan. Meski delegasi kelas berat Amerika Serikat (AS) telah mendarat di Pakistan pada Sabtu (25/4/2026), Iran memberikan sambutan dingin dengan menegaskan bahwa tidak akan ada jabat tangan, apalagi pembicaraan tatap muka.

Gedung Putih mengutus orang-orang kepercayaan Donald Trump, yakni utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat senior Jared Kushner, untuk memecah kebuntuan. Namun, Teheran justru memandang langkah AS ini bukan sebagai iktikad damai yang tulus, melainkan upaya menyelamatkan harga diri di tengah kegagalan militer.

Kementerian Pertahanan Iran secara terbuka menyindir posisi AS yang dianggap terjepit. Mengutip laporan AFP, Sabtu (25/4), Teheran menilai Washington sedang mencari jalan keluar yang elegan dari konflik yang mereka sulut sendiri sejak akhir Februari lalu lewat lobi Islamabad ini.

"Kekuatan militer kita saat ini adalah kekuatan dominan, dan musuh sedang mencari cara untuk menyelamatkan muka agar dapat keluar dari rawa-rawa perang yang telah menjebaknya," tegas juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, sebagaimana dikutip dari kantor berita ISNA.

Konflik ini bermula pada 28 Februari, saat AS dan Israel melancarkan serangan gabungan besar-besaran ke wilayah Iran. Teheran membalas dengan hujan rudal dan drone yang menyasar aset militer AS di Israel dan negara-negara Teluk.

Upaya gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan sejak 8 April lalu kini berada di ujung tanduk. Upaya lobi Islamabad sebelumnya pun tak berjalan mulus.

Putaran pertama di Islamabad berakhir buntu, sementara putaran kedua yang dijadwalkan pada Selasa (21/4/2026) batal total setelah Wakil Presiden AS JD Vance urung terbang karena Iran enggan berkomitmen hadir.

Di tengah situasi kritis ini, Presiden Donald Trump secara sepihak memperpanjang masa gencatan senjata demi memberi ruang bagi negosiator. Namun, manuver ini dibarengi dengan kebijakan keras: blokade laut oleh militer AS di pelabuhan-pelabuhan Iran hingga kesepakatan tercapai—sebuah syarat yang ditolak mentah-mentah oleh Teheran.

Pakistan sebagai "jembatan" pesan

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memang telah tiba di Islamabad sejak Jumat (24/4/2026) malam. Kedatangannya sempat memicu spekulasi pertemuan langsung dengan Witkoff dan Kushner.

Namun, harapan itu segera dipatahkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. Ia menegaskan bahwa agenda Araghchi hanyalah bertemu pejabat senior Pakistan untuk membahas proposal perdamaian, bukan untuk menemui utusan Amerika.

"Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS. Pengamatan Iran akan disampaikan kepada Pakistan," tegas Baghaei.

Laporan televisi nasional Iran turut memperkuat narasi tersebut. Islamabad kini diposisikan murni sebagai "jembatan" untuk menyampaikan pesan Teheran kepada pihak Washington tanpa harus duduk dalam satu meja.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi bahwa fokus utama pertemuan dengan Araghchi adalah untuk mendiskusikan "upaya-upaya yang sedang berlangsung demi perdamaian dan stabilitas regional."

Kini, dunia menunggu apakah diplomasi "titip pesan" melalui lobi Islamabad kali ini mampu mengakhiri peperangan, atau justru menjadi pembuka bagi eskalasi yang lebih besar? (inx)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu