WHO Ambil Langkah Efisiensi, Bisa Berhemat Hingga USD165 Juta

Reporter : Inge Mangkoe
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: IST)

WARTALENTERA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengambil langkah efisiensi agar bisa berhemat USD165 juta tahun ini. Langkah efisiensi tersebut dilakukan setelah Amerika Serikat (AS) yang selama ini menjadi pendukung finansial terbesar, akan meninggalkan WHO.

Langkah efisiensi yang dilakukan WHO diantaranya pengurangan tim manajemen dan operasional.

Baca juga: Meksiko Tingkatkan Pengawasan dan Pengendalian Cegah Wabah Ebola

"Terus terang saja, kami tidak dapat melakukan semuanya," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada rapat komite anggaran menjelang rapat tahunan badan tersebut minggu depan dikutip dari Reuters, Minggu (18/5/2025).

Seperti diberitakan, Presiden Donald Trump mengatakan AS akan meninggalkan badan tersebut pada hari pertama ia kembali menjabat sebagai presiden pada Januari 2025. Berdasarkan hukum AS, diperlukan masa pemberitahuan satu tahun sebelum negara tersebut dapat meninggalkan WHO, selain pembayaran semua biaya.

Baca juga: Tak Ada Kematian Lagi Akibat Hantavirus Sejak 2 Mei, WHO Nyatakan Aman

Tedros mengatakan WHO dan negara-negara anggotanya harus membuat pilihan yang sulit tentang apa yang harus diprioritaskan, mengingat usulan pemotongan anggaran sebesar 21 persen untuk tahun 2026-2027 menjadi USD 4,2 miliar.

"Bahkan anggaran yang dikurangi itu hanya akan didanai sekitar 60 persen, asalkan negara-negara anggota setuju untuk menaikkan biaya wajib mereka pada pertemuan minggu depan," katanya.

Baca juga: Pasien Hantavirus di MV Hondius Bertambah, WHO Telusuri Pasien Baru

WHO telah mengumumkan beberapa langkah efisiensi dan berharap dapat menghemat sekitar USD 165 juta tahun ini. WHO juga akan mengurangi jumlah departemennya menjadi 34 dari 76 dan berencana untuk memangkas biaya staf sebesar 25 persen, kata Tedros, meskipun itu tidak berarti 25 persen pekerjaan akan dipangkas.

Tedros mengatakan WHO telah berdiskusi dengan kelompok kesehatan global lainnya untuk membahas kolaborasi yang lebih baik mengingat adanya pemotongan tersebut. (inx)

Editor : Inge Mangkoe

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru