x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Tak Ada Kematian Lagi Akibat Hantavirus Sejak 2 Mei, WHO Nyatakan Aman

Editor :

WARTALENTERA-Tak ada kematian lagi akibat hantavirus sejak 2 Mei. Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, bahwa tidak ada kematian baru akibat wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar yang dilaporkan sejak 2 Mei. Sehingga, lanjut perwakilan WHO, sementara ini, risiko kesehatan masyarakat global tetap rendah.

Melansir Anadolu, Kamis (14/5/2026), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan dalam sebuah unggahan di akun media sosial X bahwa total 11 kasus telah dilaporkan ke badan tersebut hingga 12 Mei. Menurutnya, delapan dari kasus tersebut telah dikonfirmasi secara laboratorium sebagai infeksi yang disebabkan virus Andes.

Hantavirus adalah penyakit langka yang biasanya ditularkan melalui hewan pengerat yang terinfeksi atau kotorannya, meski strain yang bertanggung jawab atas wabah ini, virus Andes, juga dapat menyebar antar manusia melalui kontak dekat yang berkepanjangan, seringkali di lingkungan tertutup. Ia menambahkan, bahwa satu kasus tambahan masih dalam pengujian laboratorium lebih lanjut.

“WHO terus menilai risiko terhadap populasi global sebagai rendah,” imbuhnya. Kepala WHO itu juga mengatakan bahwa badan tersebut tetap menjalin kontak erat dengan para ahli dari semua negara yang terlibat dan terus menerima laporan kesehatan mingguan mengenai penumpang dan anggota kru melalui saluran resmi Peraturan Kesehatan Internasional.

Ghebreyesus mengatakan, upaya koordinasi internasional tetap berlangsung untuk mendukung langkah-langkah yang bertujuan melindungi kesehatan masyarakat. WHO merekomendasikan seluruh penumpang yang dievakuasi dari MV Hondius menjalani pemantauan kesehatan aktif selama 42 hari sejak paparan terakhir.

Masa pemantauan tersebut berlangsung hingga 21 Juni 2026. Pemantauan dapat dilakukan di fasilitas karantina yang telah ditunjuk maupun secara mandiri di rumah masing-masing.

WHO juga meminta setiap orang yang mulai mengalami gejala segera diisolasi dan mendapatkan penanganan medis. "Siapa pun yang menunjukkan gejala harus diisolasi dan diobati segera," imbaunya. (sic)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.