53 Sekolah Rakyat Butuh 1.600 Guru, Mensos Buka Rekrutmen ASN dan PPPK

Reporter : Sicillia Tan
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. (Istimewa)

WARTALENTERA-Operasional 53 Sekolah Rakyat membutuhkan setidaknya 1.600 rekrutmen guru dan tenaga kependidikan. Hal itu diungkapkan Mensos (Menteri Sosial) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

"Kalau misalnya mengajukan 53 titik sekolah, itu asumsi dibutuhkan sekitar 1.000 guru. Ditambah kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya, bisa sampai 1.600 orang,” kata Saifullah, dikutip Selasa (20/5/2025).

Baca juga: Kebut Sekolah Rakyat Tahap II, Ini Progres di Lima Lokasi

Gus Ipul menegaskan, setiap calon guru dan tenaga kependidikan akan menjalani pelatihan peningkatan kompetensi sebelum ditugaskan di Sekolah Rakyat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas pengajaran yang optimal sebelum terjun ke lapangan.

"Pasti ada pelatihan kepada tenaga pendidik Sekolah Rakyat. Ini untuk memastikan kinerja mereka sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujarnya. Rekrutmen tenaga pendidik akan dilakukan secara bertahap dengan prioritas utama dari jalur ASN dan PPPK.

Baca juga: Percepat Program Prioritas Presiden, Target Sekolah Rakyat Tercapai

Para calon guru dan kepala sekolah harus memenuhi kualifikasi tertentu, termasuk kemampuan bahasa Inggris dan kesiapan mengikuti wawancara seleksi. "Kami sedang mematangkan mekanisme rekrutmennya. Tidak bisa sembarangan, karena harus sesuai dengan desain pembelajaran yang sudah dirancang,” tegasnya.

Sekolah rakyat merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk menyediakan akses pendidikan bagi warga miskin dan miskin ekstrem. Sebanyak 53 lokasi Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia siap dibuka pada Juli 2025. (sic)

Baca juga: Mendikdasmen Dorong Penguatan Sertifikasi Kompetensi SMK

Editor : Sicillia Tan

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru