PLN EPI Genjot Proyek Gasifikasi di Nias

Reporter : Inge Mangkoe
Ilustrasi (Foto: IST)

WARTALENTERA - PT PLN Energi Primer Indonesia atau PLN EPI genjot proyek gasifikasi di Klaster Nias, Sumatera Utara. Ini merupakan komitmen PLN EPI dalam mendukung percepatan transisi energi nasional.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penandatanganan Anggaran Dasar PT LNG Nias Gasifikasi, Special Purpose Company (SPC) hasil kolaborasi PLN EPI dengan PT Berkat Samudra Gemilang Lines (BSGL).

Baca juga: Tarif Listrik di Triwulan II-2026 Tidak Naik

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara, menegaskan pentingnya kerja sama lintas pihak dalam menyukseskan proyek strategis ini.

“Progres ini, meskipun menghadapi tantangan seperti waktu yang ketat, tetap bergerak maju. Hal ini sangat penting, terutama untuk memastikan bahwa konstruksi dapat dimulai pada Juni 2025,” ujar Iwan dalam keterangan pers dikutip Jumat (30/5/2025).

Proyek LNG Nias ini dirancang untuk menggantikan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan Liquefied Natural Gas (LNG) dalam penyediaan listrik di wilayah Nias yang selama ini bergantung pada bahan bakar fosil impor.

PLN EPI menargetkan penurunan emisi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Proyek ini bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur LNG, tetapi juga langkah strategis memperkuat peran gas sebagai energi transisi yang lebih bersih, andal, dan bersumber dari dalam negeri. Dengan sinergi bersama BSGL, kami optimistis dapat mempercepat transisi energi sekaligus menekan biaya produksi listrik,” tutur Iwan.

Baca juga: 2026 Tetap Gunakan B40, Presiden Arahkan Opsi B50 Terus Dikaji

Keberhasilan proyek ini, imbuhnya, akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan klaster gasifikasi lainnya di masa mendatang. Karena itu, dukungan dari pemegang saham, pemerintah, dan masyarakat lokal sangat diperlukan, terutama melalui sosialisasi yang efektif.

Proyek akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, infrastruktur LNG akan menyuplai gas ke satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 34,4 megawatt (MW), yang kemudian ditingkatkan hingga mencapai kapasitas total 59,4 MW.

Direktur BSGL, Jang Sang Kyu, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama ini.

Baca juga: Pemerintah Dorong Pemain Mineral Dunia Fokus Hilirisasi di Indonesia

“Proyek ini merupakan langkah besar dalam transformasi energi di Nias. Kami bangga menjadi mitra PLN EPI untuk menghadirkan energi bersih bagi pembangkit PLN melalui program gasifikasi Klaster Nias,” ujarnya.

Fase awal Gasifikasi Nias akan dimulai dengan pembangunan bridging facility berupa pengangkutan LNG menggunakan ISO tank dari Terminal LNG Arun, sembari menunggu penyelesaian pembangunan fasilitas permanen.

Inisiatif ini selaras dengan strategi besar PLN untuk mencapai target Net Zero Emissions dengan menjadikan gas sebagai solusi transisi yang komplementer terhadap pengembangan energi terbarukan. (inx)

Editor : Inge Mangkoe

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru