WARTALENTERA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menganggap perundingan nuklir Iran adalah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan konflik. Karena itu, ia menyampaikan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam percakapan telepon bahwa Turki mendukung sikap AS mengenai pentingnya melanjutkan negosiasi nuklir dengan Iran.
Menurut pernyataan dari kantor presiden Turki, Sabtu (14/6/2025), selama pembicaraan via telepon tersebut, Erdogan menyatakan bahwa Turki secara aktif memantau ketegangan antara Israel dan Iran.
Baca juga: Lobi Islamabad, Iran Emoh Temui Utusan Trump
"Presiden Recep Tayyip Erdogan melakukan percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Dalam konteks ini, presiden mengatakan bahwa Ankara mendukung posisi AS terkait perlunya melanjutkan perundingan nuklir Iran untuk menyelesaikan pertikaian," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Erdogan juga menyatakan kesiapan Turki untuk melakukan segala kemungkinan guna mencegah eskalasi ketegangan yang tidak terkendali di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Pemukim Lokal Menerobos Masjid Al Aqsa, Kibarkan Bendera Israel
Sebelumnya, pada Jumat (13/6/2025), Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menganggap bahwa mengedepankan perundingan nuklir Iran merupakan satu-satunya cara yang layak untuk menyelesaikan konflik.
"Kita tidak boleh membiarkan ketegangan yang meningkat di kawasan kita mengalihkan perhatian dari genosida di Gaza," tulis Fidan di X.
Baca juga: Pendapatan Iran Tembus Rp258 Triliun Dari Selat Hormuz
"Memajukan proses negosiasi nuklir yang diprakarsai oleh Presiden AS Trump adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik yang berasal dari sengketa nuklir. Diplomasi adalah satu-satunya alternatif untuk perang," tambahnya.
Menteri luar negeri Turki itu menambahkan bahwa negaranya telah mengadopsi langkah-langkah keamanan tingkat tertinggi sebagai tanggapan terhadap risiko yang berasal dari serangan Israel terhadap Iran. (inx)
Editor : Inge Mangkoe