Wamen: Komunikasi Orang Tua Kunci Cegah Cyberbullying pada Anak

wartalentera.com
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka (ketiga kiri), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar (tengah), Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan (ketiga kanan) di sela-sela acara screening fil

WARTALENTERA – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka menekankan pentingnya komunikasi positif antara orang tua dan anak untuk mencegah terjadinya cyberbullying atau perundungan siber di kalangan anak dan remaja.

Dalam acara pemutaran film Cyberbullying di Jakarta pada Jumat (4/7/2025), Isyana mengingatkan bahwa perubahan zaman menuntut orang tua untuk lebih adaptif terhadap dunia digital yang menjadi bagian dari keseharian anak-anak. “Orang tua perlu memahami cara berbicara dengan anak-anak dan remaja,” ujarnya.

Baca juga: Simpan Potensi Edukasi, Gim Roblox Jadi Ancaman Jika Tanpa Pengawasan

Ia menambahkan, orang tua juga harus belajar memahami penggunaan teknologi digital yang digunakan anak-anak dan remaja agar dapat memberikan pendampingan yang tepat. “Kita tahu saat ini dunia anak-anak dan remaja tidak seperti apa yang terjadi 30 tahun lalu. Sekarang dengan adanya media sosial, anak-anak dan remaja menghadapi tantangan yang luar biasa besar,” kata Isyana.

Menurutnya, jika orang tua tidak memahami realitas dunia digital anak, maka mereka tidak akan mampu memberikan bantuan yang tepat ketika anak menghadapi kesulitan di dunia maya.

Pendampingan Digital Sangat Penting

Baca juga: KPAI Desak Pemerintah Blokir Gim Online, Sebut Roblox hingga Free Fire Berbahaya

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar juga menyoroti pentingnya pendampingan dalam aktivitas daring anak-anak. Ia menyebut bahwa meski internet menyimpan risiko, ada pula manfaat besar jika digunakan dengan bijak dan dalam pengawasan orang dewasa.

“Biasanya kita langsung menganggap bermain game online pasti berdampak buruk dan menjadi salah satu alasan maraknya kasus perundungan siber. Namun di sisi lain, film ini memperlihatkan dua perspektif, sisi negatif sekaligus manfaatnya,” jelasnya.

Baca juga: Bikin Adiksi dan Gangguan Kecemasan, Beberapa Negara Mulai Batasi Anak Main Medsos

Irene menekankan bahwa dengan pendampingan yang positif, anak-anak tetap bisa mengambil manfaat dari dunia maya, termasuk pengembangan keterampilan. “Karena itulah peran guru dan orang tua sangat penting dalam memberikan pengawasan dan membantu anak memilih teman di dunia maya yang membawa pengaruh baik,” ujar Irene. (kom)

Editor : Yudha

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru